kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaNusantaraPendidikan

Rachmat Gobel Sebut Wisudawan Unsada Manusia Global Berjiwa Indonesia

150
×

Rachmat Gobel Sebut Wisudawan Unsada Manusia Global Berjiwa Indonesia

Sebarkan artikel ini
Rachmat Gobel memberikan sambutan.

RELATIF.ID, JAKARTA – Ketua Yayasan Melati Sakura, Rachmat Gobel, menyampaikan pesan inspiratif kepada 286 wisudawan Universitas Darma Persada (Unsada) Jakarta pada acara wisuda jenjang Diploma (D3), Sarjana (S1), dan Magister (S2) yang digelar pada Sabtu (19/7/2025).

Dalam sambutannya, Gobel menyoroti karakter kosmopolit yang dimiliki para wisudawan. Ia menyebut para lulusan Unsada sebagai manusia global yang tetap harus menjaga jati diri sebagai orang Indonesia.

“Anda adalah manusia global sekaligus manusia Indonesia. Ada Merah-Putih di darahmu. Kosmopolitan mu sebagai manusia global tak membuat kaki tak berpijak di bumi. Cintailah negeri dan rakyatnya agar menjadi bangsa yang maju dan makmur sentosa,” ujarnya.

Gobel menekankan pentingnya sikap terbuka dan inklusif dalam menyikapi keragaman budaya, baik dalam konteks Indonesia maupun global.

Para wisudawan, kata dia, telah dipersiapkan untuk mampu memahami realitas sosial yang majemuk dan menghadapi tantangan dunia.

“Kalian adalah anak-anak kosmopolit. Kalian dididik untuk menjadi manusia terbuka dan inklusif, serta memahami beragam budaya dan pemikiran. Memahami Indonesia yang beragam maupun memahami dunia global yang juga beragam. Itulah realitas hidup,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gobel juga membuka pandangan tentang masa depan, termasuk peluang-peluang di era kecerdasan buatan dan digital. Ia menyoroti sektor pangan sebagai bidang yang menjanjikan untuk digeluti.

“Di era AI atau kecerdasan buatan dan era digital ini, justru sektor pangan merupakan sektor yang akan tumbuh dengan baik. Pangan di sini mulai dari bertani dan melaut hingga ke industri pangan dan kuliner,” katanya.

Tak hanya itu, Gobel juga mendorong para wisudawan untuk berani merantau dan bekerja di luar negeri, menjadi petarung global yang membawa ilmu dan pengalaman kembali ke tanah air.

Menarik Untuk Anda :  Di Kantor PKB Roni Sampir Teteskan Air Mata, Ingat Sosok Mendiang David Bobihoe

“Jadilah para petarung di negeri orang. Di sana bukan hanya gaji lebih besar, tapi juga bisa belajar tentang kemajuan di negara-negara tersebut,” ujarnya.

Rachmat Gobel menyalami para tamu undangan.

Ia juga menegaskan bahwa proses belajar dari bangsa lain melalui strategi amati, tiru, dan modifikasi (ATM) bukanlah sesuatu yang baru.

“Proses itu bukan hanya dilakukan oleh kaum cerdik pandainya, tapi juga dilakukan oleh kaum pekerjanya,” katanya.

Gobel juga kemudian membagi pengalamannya saat menempuh pendidikan di Jepang. Ia mengaku memulai dari pekerjaan-pekerjaan kecil sebelum akhirnya meniti karier di Indonesia.

“Saya bekerja mulai dari pekerjaan klerk, sebagai tukang fotokopi. Saat kembali ke Indonesia, saya tidak langsung jadi direktur. Saya mulai sebagai ajudan,” ungkapnya.

“Berproses dari bawah akan membuat pemimpin memahami situasi lapangan dan bijak dalam mengambil keputusan,” sambungnya.

Mengakhiri sambutannya, Gobel juga menyampaikan rasa bahagia dan ucapan terima kasih atas suasana penuh bahagia dalam acara wisuda tersebut.

“Ini rezeki dan keberkahan tersendiri buat saya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih. Sebagai orangtua, tugas Bapak dan Ibu memang tak pernah berakhir. Namun Bapak dan Ibu sudah sampai di tahap yang sangat penting ini, saat mulai melepas anak-anaknya untuk memasuki dunia nyata,” ucapnya.

Kepada para wisudawan, ia menyampaikan selamat atas pencapaian yang telah mereka selesaikan satu tahapan penting dalam kehidupan.

“Karena dalam proses itu anda tak hanya dididik metode berpikir, dibekali berbagai macam ilmu dan pengetahuan, tapi juga karena anda diajarkan seni yang melatih kepekaan rasa dan cita rasa, dan yang utama adalah karena anda diajarkan tentang karakter dan kepribadian,” jelasnya.

“Hal ini bukan saja membuat anda lebih unggul tapi juga anda harus menjadi lebih bijak. Anda bukan hanya menjadi manusia yang lebih berilmu, tapi juga manusia yang memiliki kepribadian,” tutup Rachmat Gobel. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312