Sumber Ekonomi Mereka Diusik, Ribuan Penambang Batu Hitam Warning Pihak Lain Dan Forkopimda Gorontalo

265

RELATIF.ID GORONTALO__Ribuan masyarakat penambahan batu hitam, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango gelar unjak rasa di Kantor DPRD Kabupaten Bone Bolango dan DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (14/03/2022).

Para penambang ini menuntut Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Daerah (Pemda) Bone Bone Bolango, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik Provinsi maupun Bone Bolango segera mengingatkan pihak luar untuk tidak menutup pertambangan batu hitam di Kecamatan Suwawa.

Kepada sejumlah media, Koordinator Lapangan (Korlap), Taufik Ramdhani Seban menjelaskan, bahwa aksi kali ini adalah bentuk kekecewaan para penambang Suwawa.

“Kita meminta pihak pemerintah terutama DPRD untuk memfasilitasi kita. Agar apa yang menjadi aspirasi kita dapat disampaikan ke pihak – pihak luar yang punya kepentingan di sini, permintaan kita jangan sampai ada intervensi lain dari pihak luar.”jelas Taufik.

Dirinya juga meminta, kepada pihak luar untuk tidak selalu mengatasnamakan penambang Suwawa.

“Permintaan kita kepada Forkopimda Bone Bolango, dan Provinsi tolong dimediasi menjadi jembatan buat kita. Maksudnya apa yang menjadi aspirasi kita harus diindahkan, karena selama ini mohon maaf ada aksi di luar yang selalu mengatasnamakan penambang. Nah ini buktinya, bahwa penambang sebenarnya adalah seperti apa yang kita saksikan saat ini.”pinta Taufik.

Bahkan pihaknya meminta pada Pemerintah melalui Forkopimda Kabupaten Bone Bolango dan Provinsi agar mengindahkan aspirasi para penambang. Jika tidak, kata Taufik akan ada aksi susulan yang begitu besar.

“Kalau ini tidak diindahkan oleh DPRD Provinsi, dan bapak Gubernur (Rusli Habibie_red). Maka kami akan turun dengan jumlah yang begitu banyak.”Katanya.

Suasana unjuk rasa para penambang Batu Hitam. Dok/Istimewa

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie yang hadir pada saat rapat paripurna di DPRD Provinsi Gorontalo. Menerima aspirasi penambang, dan menyarankan para penambang segera memasukan permohonan untuk legalitas pertambangan batu hitam di Suwawa.

“Harusnya tuntutannya ke DPRD, sebab saya tidak mendapatkan surat. Cuman kebetulan saya ada di sini, ada unjuk rasa memperjuangkan hak – hak rakyat, dan juga saya terpanggil atas nama orang Suwawa. Ini prosesnya gampang dan mudah, asal ada kesabaran. Contohnya di Pohuwato mereka (Penambang_red) datang ke saya, dan saya datangkan Dirjen Minerba. Hari pertama pak Didin hanya melihat lokasi penambang yang belum ada izin, yang kedua mencarikan solusi. Jadi mau dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu yang datang itu buang – buang waktu, perwakilan saja yang datang.”ujar Rusli Habibie.

“Prosesnya cepat membuat pengusulan atau permohonan untuk DPRD, tapi itu berada di tengah – tengah PT. Gorontalo Mineral yang punya izin, harusnya duduk bersama diundang siapa managernya.”tambah Gubernur.

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf saat menerima masa aksi.

Di tempat yang sama, di hadapan para penambang, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf berjanji segera meminta kepada Forkopimda untuk merealisasikan semua aspirasi.

“Hari ini juga akan saya ingatkan kepada bapak Gubernur dan unsur Forkopimda. Yang mana kalian dan saya meminta waktu 3 kali 24 jam untuk merealisasikan apa yang menjadi aspirasi.”ucap Paris Jusuf.(Win/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab