RELATIF.ID, GORONTALO – Mohamad Daud Adam, Kepala Desa (Kades) Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, membenarkan dugaan penganiayaan terhadap salah seorang warganya, Dzakarian Hasan.
Daud mengungkapkan, dirinya memang menjanjikan rumah dan sapi kepada ayah korban, Danial Hasan.
“Disini Depe inti itu. Saya bilang, Danial, insyaallah kalau ti ayah masih diberi umur panjang, masih staf kepala desa, saya kasih sapi kau, dan baru kau pe anak itu insyaallah ti ayah mo Kase rumah,” ungkap Daud pada Jumat (11/4/2025).
Daud yang lagi berbincang-bincang dengan ayahnya Dzakarian . Tiba-tiba, ia mendengar suara dari luar ruang: ‘janji palsu’.
“Tiba-tiba ada suara diluar, ba suara keras ‘janji Palsu’. Saya kan kaget,” kata Daud.
Mendengar suara itu, sang kades langsung keluar dari ruangan kerjanya. Daud mendapati Dzakarian sedang berada dibelakang pintu.
“Nah, setelah dibuka pintu ini. Ini anak, si Dzakarian ini, duduk diatas meja, kemudian kakinya diatas kursi,” tuturnya
Melihat Dzakarian yang duduk di atas meja, ia menyuruhnya untuk turun dari tempat itu.
“Baru saya bilang, ini tidak sopan, coba Kase turun ngana pe kaki, turun dari meja. Jadi, masih begitu saya pe sikap pa dia,” imbuhnya.
Begitu Dzakarian beranjak dari tempat duduknya, sang kades langsung menamparnya.
“Setelah dia turun dari meja itu, mukanya (wajah Dzakarian) dikase ke saya begini (dihadapkan), refleks saya, saya tampar,” terangnya.
Danial Hasan (ayahnya Dzakarian) yang melihat insiden itu, langsung menyuarakan agar kepala desa tidak memukul anaknya.
“Setelah itu bapaknya bilang, ayah tidak usah pukul, biar saya ba pukul pa dia,” ucap Daud
Daud pun bahkan mengakui bahwa Dzakarian sempat lari keluar kantor. Kemudian sang Kades memanggilnya dan mengajaknya untuk masuk kedalam ruangan.
“Lari dia (Dzakarian), lari keluar kantor. Baru saya ajak dia, coba pangge dia, kase maso kamari didalam,” kata Daud.
Tak sampai disitu, sang kades juga mengakui bahwa Dzakarian sempat meminta maaf kepada Daud.
“Saya ingin, dia minta maaf, jujur dia menyampaikan permohonan maaf, dia minta maaf ke saya,” ungkap Kades itu lagi.
Karena tersinggung dengan permohonan maaf dari Dzakarian, sang Kades kembali menamparnya.
“Tapi caranya saya tidak suka, kayanya cuma dia anggap mungkin kita bertaman, duduk santai dia, saya tersinggung, saya tampar. Disitu intinya,” benarnya.
Sebagai informasi, insiden ini terjadi pada 3 April 2025, sekitar pukul 22.00 Wita di kantor desa.
Penulis: Beju



