RELATIF.ID, GORONTALO – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Toni Yunus resmi diterima secara adat melalui upacara Moloopu di Rumah Dinas masing-masing pada Selasa (4/3/2025).
Pasalnya, Moloopu merupakan upacara adat yang menjadi bagian dari prosesi kenegaraan di Gorontalo. Upacara ini juga menandai dimulainya tugas mereka dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Gorontalo.
Bupati Sofyan Puhi menjelaskan, bahwa prosesi ini merupakan simbol pengakuan adat terhadap kepemimpinan mereka.
Sebab, kata Sofyan, Gorontalo merupakan salah satu daerah yang bersendikan adat, dan adat bersendikan Kitabullah. Maka setiap pemimpin harus melaksanakan adat tersebut sebelum menjalankan amanahnya.
“Alhamdulillah, telah dilaksanakan upacara adat Moloopu. Ini adalah salah satu rangkaian upacara adat yang menyertai upacara kenegaraan. Karena kita adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah, maka setiap pemimpin diterima secara adat melalui Moloopu,” ujar Sofyan.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa melalui upacara ini, dirinya dan Wakil Bupati secara adat telah diakui sebagai pemimpin atau khalifah di Kabupaten Gorontalo.
Setelah prosesi Moloopu, keduanya akan melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu Mopotilolo, yang merupakan kunjungan ke kecamatan-kecamatan untuk memperkenalkan kepemimpinan baru kepada masyarakat.
“Setelah ini, kami bersama Wakil Bupati akan turun ke kecamatan-kecamatan, namanya Mopotilolo,” jelasnya.
Diketahui, Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo itu akan mengikuti prosesi Mopotilolo, yang dijadwalkan mulai dari Kecamatan Asparaga hingga Boliyohuto pada besok (Rabu, 5 Maret 2025).
“Kami mulai dari Asparaga, Tolangohula, Mootilango, dan Boliyohuto dalam satu hari penuh. Kemudian akan berlanjut ke kecamatan-kecamatan lainnya,” tukas Bupati Sofyan Puhi.
Penulis: Beju



