RELATIF.ID, GORONTALO_Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo, melalui Asisten III Sekertaris Daerah, Haris Tome, terima 370 mahasiswa peserta Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) Politeknik Kesehatan Gorontalo, di Aula Kantor Camat Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/04/2024).

Adapun jumlah mahasiswa PKLT tersebut, yakni terdiri dari 117 mahasiswa Prodi diploma tiga keperawatan, Prodi diploma tiga Kebidanan 116 Mahasiswa, dan Prodi diploma tiga Gizi 60 mahasiswa, serta Prodi diploma tiga Farmasi dengan jumlah 77 mahasiswa.
Dalam sambutannya, Haris Tome menyampaikan, kegiatan PKLT ini merupakan pembelajaran langsung dengan masyarakat. Sebab, menurutnya, PKLT tersebut bukan hanya sekedar menyelesaikan beban dari mata kuliah, tetapi lebih dari itu, yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama keluarga yang memiliki Balita Stunting dan penderita Penyakit Tidak Menular, khususnya Diabetes Mellitus dengan pendekatan Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration (IPE-IPC).
“Sambil mahasiswa belajar di masyarakat, mahasiswa juga bisa melakukan kolaborasi dengan institusi terkait yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa,” jelas Haris Tome.
Lebih lanjut, Haris menjelaskan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tengah menseriusi dalam upaya mencegah dan menanggulangi Stunting. Sebab, hal ini dibuktikan dengan beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan, antara lain diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan beberapa kebijakan yang ada di Kabupaten Gorontalo.
“Saat ini, telah banyak program pencegahan dan penanganan stunting yang dilaksanakan, ada program yang bersifat generic, dan ada pula program Inovasi, baik yang ada ditingkat kabupaten, kecamatan, sampai ketingkat desa,” terangnya
Berdasarkan RPJMN, ungkap Haris, pihaknya menargetkan bahwa pada tahun 2024 prevalensi Stunting di Indonesia akan diturunkan hingga angka 14 %. Sehingga, target tersebut cukup berat untuk dicapai. Akan tetapi, pemerintah daerah kabupaten Gorontalo tetap berusaha dengan melibatkan seluruh OPD sesuai dengan tugas dan tupoksinya masing-masing.
“Saya sangat berharap, dengan adanya kehadiran mahasiswa Politeknik Kesehatan Gorontalo dalam melaksanakan PKLT di Kecamatan Tilango dan Telaga Jaya akan memberikan tambahan energi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting dan masalah kesehatan lainnya, termasuk upaya mencehah dan mengendalikan Penyakit Tidak Menular seperti Hipertensi dan Diabetes Mellitus,” tuturnya
Selain itu, Ia juga menyatakan, bahwa saat ini pemerintah daerah sedang memberlakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat. Sehingga, harap Haris, dengan adanya mahasiswa perseta PKLT tersebut, ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Gorontalo, khususnya masyarakat di kecamatan Tilango dan Telaga Jaya.
“Mahasiswa membutuhkan masyarakat sebagai sasaran PKLT, demikian pula sebaliknya masyarakat membutuhkan mahasiswa sebagai Agent of Change dalam merubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat, melalui transfer knowledge and skill, baik melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, demonstrasi, simulasi dan upaya-upaya lainnya sesuai dengan program kerja yang akan disusun bersama masyarakat pada kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD),” harapnya
Berikut, Asisten III pemerintah daerah ini berpesan kepada mahasiswa PKLT untuk selalu berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, baik pemerintah kecamatan, pemerintah desa, maupun kepala Puskesmas dan tokoh masyarakat, sehingga apa yang direncanakan akan mendapat dukungan secara maksimal.
“Saya berharap kepada kepala Dinas Kesehatan, kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Camat Tilango dan Telaga Jaya, kepala Puskesmas Tilango dan Telaga Jaya serta kepala-kepala desa agar dapat memfasilitasi kegiatan mahasiswa selama PKLT,” pungkas Haris Tome.
Pewarta: Beju



