kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BudayaKabupaten Gorontalo

Asap Mengepul, Semarak Lebaran Ketupat Mulai Terlihat Di Beberapa Kecamatan Di Kabupaten Gorontalo

311
×

Asap Mengepul, Semarak Lebaran Ketupat Mulai Terlihat Di Beberapa Kecamatan Di Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID – Perayaan Lebaran Ketupat yang sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Gorontalo, yang digelar pada hari ke 7 pada bulan Syawal atau biasa dikenal dengan hari Raya Sunat, mulai terlihat semarak di beberapa kecamatan yang tengah mempersiapkan perayaan yang sudah menjadi agenda rutin digelar setiap tahunnya.

Pantauan awak media pada pelaksanaan Lebaran Ketupat, nampak Asap mulai terlihat mengepul menandakan, aktivitas warga seperti halnya dari pembuatan Nasi Bambu (nasi bulu) Ketupat, Dodol dan beberapa menu lainnya yang akan disiapkan untuk menjamu tamu yang datang, baik keluarga atau teman dan rekan kerja yang ada di dalam daerah maupun yang berasal dari luar daerah.

Dalam perayaan lebaran ketupat ini pula menjadi sebuah wadah bagi masyarakat dalam mengumpulkan rezeki, karena banyak masyarakat yang akan panen rezeki, baik itu dari penjualan bambu untuk pembuatan Nasi Bulu, Daun Tapioka untuk pembuatan Dodol, dan Janur atau biasanya disebut “Lale” untuk bahan pembuat Ketupat.

Begitu juga untuk para peternak sapi dan ayam, perayaan Lebaran ketupat ini merupakan panen bagi mereka untuk menggai rezeki, karena tentunya Ratusan ekor sapi yang dipotong untuk dijual pada 3-4 hari sebelum perayaan Lebaran Ketupat, dan menjadi bahan utama dalam mempersiapkan menu yang akan disiapkan bagi kepada para tamu nantinya.

Begitu pula para pedagang ayam dan rempah-rempah, tentunya menjadi waktu panen bagi mereka dalam mencari rezeki, sehingga pada Hari Raya Ketupat ini merupakan panen besar bagi mereka.

“Alhamdulillah tahun ini perayaannya kembali marak, setelah 2022 Corona dirayakan. Orang-orang kembali bisa merayakan Lebaran ketupat seperti ditahun-tahun sebelumnya yang sudah menjadi tradisi masyarakat Gorontalo,” ungkap Fera Maliki Warga Kecamatan Limboto saat berbincang-bincang dengan awak media.

Menarik Untuk Anda :  Pelayanan Bank Sulutgo Cabang Limboto Dinilai Buruk Serta Dana CSR Tidak Transparan

Lebih lanjut Wanita Alumni Smansa Limboto 2001 ini mengatakan, pada Lebaran Ketupat kali ini dirinya harus berbagi waktu, karena sudah ada beberapa teman dan keluarga yang mengundangnya datang bertamu ke rumah mereka dan sulit untuk ditolak karena merupakan keluarga dan teman dekatnya.

“Makanya tinggal sedia perut karena banyak yang undang. Yang pasti tidak lupa menyiapkan tempat untuk membawa pulang makanan yang akan diberikan. Biasanya ada yang kasih nasi bulu dan dodol bahkan ketupat untu kk dibawa pulang. Yang pasti panen dodol dan nasi bulu kalau hari raya ketupat,” tandasnya.

Pewarta Dhedy Henga

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312