RELATIF.ID, POHUWATO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Pohuwato, pada beberapa hari lalu menggelar unjuk rasa dalam rangka mengevaluasi 3 tahun jalannya pemerintahan Sehat Maju Sejahtera (SMS).
Dalam gelaran aksi tersebut, PC-PMII Pohuwato mengganti tegline pemerintahan saat ini yang sebelumnya Sehat Maju Sejahtera, menjadi Sakit Mundur Sengsara.
Tegline ini nampak jelas dituliskan masa aksi lewat yang dibawa saat melakukan unjukrasa di beberapa tempat di lingkungan pemerintah daerah.
Menanggapi hal itu, rupanya Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga memberikan tanggapan menohok dengan adanya tegline yang diganti organisasi PMII Pohuwato itu sendiri.
Ini dapat dilihat, saat Saipul A Mbuinga menyampaikan sambutannya di gelaran gebyar SMS Jilid III berlangsung di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, pada Senin (7/8/2023) kemarin.
“Saya didemo oleh Organisasi Ekstrakurikuler. Yang tagline kita SMS, Sehat, Maju dan Sejahtera itu dibalik jadi Sakit, Mundur dan Sengsara,”kata Saipul A Mbuinga dalam sambutannya.
Meski begitu, ditambahkan Saipul, pihaknya tidak merasa keberatan adanya tegline tersebut, justru diungkapkan Bupati Pohuwato ini, mereka seakan tidak merasa dengan sentuhan bantuan dari pemerintah daerah itu sendiri.
“Tapi tidak apa-apa, mungkin beliau-beliau itu tidak merasakan sentuhan dan bantuan dari Pemerintah. Yang penting bagi kami ikhlas bekerja, dan kami berjuang untuk meningkatkan infrastruktur jalan,”beber Saipul seraya menambahkan.
Tak lupa, di momentum Gebyar SMS Jilid III tersebut, Saipul A Mbuinga menyampaikan, saat ini pemerintah daerah tengah menyeriusi beberapa program diantaranya peningkatan infrastruktur jalan. Bahkan orang nomor satu di Pohuwato itu telah mengusulkan 17 ruas jalan ke Pemerintah pusat agar mendapatkan perhatian. Meskipun, Saipul tidak menyebut secara rinci 17 ruas jalan yang diusulkan itu.
“Hanya dua yang disetujui. Karena kenapa ? Karena APBN kita masih melemah. Kita sadar, karena ini bantuan pusat kita tidak bisa paksakan. Kita harus syukuri. Dua ruas jalan yang disetujui, Jalan Taluduyunu, Kecamatan Buntulia dan jalan Sidowonge, Kecamatan Randangan,” imbuh Saipul.
Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa Bandara Udara, Randangan, Kabupaten Pohuwato akan mulai dioperasikan pada Tahun 2024 mendatang. Guna memastikan hal tersebut, Bulan depan Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan menerima kunjungan dari salah satu Wakil Ketua DPR RI.
“Tanggal 9 nanti kita akan menerima kunjungan salah satu Wakil Ketua DPR RI untuk melihat proyek strategis Nasional. Yakni Bandara Randangan dan melihat pemanfaatan bendungan Randangan,” tandasnya.
Pewarta : Guslan Kaco



