RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gorontalo menyoroti ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam dialog publik evaluasi satu tahun kepemimpinan daerah.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Milad ke-66 PMII itu mengusung tema “Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Sofyan–Tonny: Refleksi Kritis Arah Kebijakan antara Janji dan Realisasi” dan berlangsung di salah satu kafe ternama di Limboto, Sabtu malam (18/4/2026).
Namun, dalam forum itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus tampak tidak hadir.
Olehnya, Ketua Umum PC PMII Kabupaten Gorontalo, Sumarti Puspa Sari Mokoginta, menyayangkan ketidakhadiran pimpinan daerah dalam agenda yang bertujuan membangun Kabupaten Gorontalo melalui dialog terbuka tersebut.
Menurut dia, satu tahun masa kepemimpinan merupakan waktu yang cukup untuk melihat sejauh mana program-program yang dijanjikan saat kampanye telah direalisasikan dan memberikan dampak bagi masyarakat.
“Jika mahasiswa melakukan demonstrasi sering diminta untuk berdialog secara baik-baik, maka kami memilih ruang dialog ini sebagai bentuk komunikasi yang lebih konstruktif,” ujar Sumarti dalam sambutannya.

“Namun ketika ruang ini kami disediakan, Bupati dan Wakil Bupati justru tidak hadir. Ini yang kami sangat sayangkan,” sambungnya.
Meski begitu, Ketua Umum PC PMII Kabupaten Gorontalo itu mengapresiasi kehadiran para narasumber yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dialog publik itu menghadirkan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur sebagai perwakilan pemerintah daerah, anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Nangili dan Jayusdi Rifai, serta unsur akademisi dari IAIN Gorontalo.
Dalam forum itu, para audiens menyoroti soal pengembangan UMKM, infrastruktur, lingkungan, dan inflasi.
Dengan demikian, forum ini menjadi ruang diskusi terbuka antara mahasiswa, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mengevaluasi arah kebijakan pembangunan daerah selama satu tahun terakhir ini. (Beju)



