RELATIF.ID, GORONTALO_Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Dewan Pimpinan Cabang Gorontalo kembali gelar Kegiatan Ruang Diskusi Pemuda Daerah (Rudis Pemda). Selasa (22/08/2023).
Kali ini yang menjadi tema diskusi yang berlangsung di salah satu warkop di wilayah Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo itu yakni, Presisi dan Realisasi.

Ditemui usai kegiatan, Kasubdit Bidkum Polda Gorontalo Kompol Ramlan Pou.SH.MH yang merupakan narasumber menyampaikan, jika apa yang dilakukan mahasiswa melalui gagasan ini sangat bagus.
“Mereka lebih bagus melakukan diskusi seperti ini untuk mencari solusi dibandingkan mereka melakukan unjuk rasa yang nantinya berakibat adanya korban antara polisi maupun mahasiswa”, ujar Kompol Ramlan saat diwawancarai.

Dirinya juga menjelaskan, secara pribadi maupun mewakili institusi kepolisian Polda Gorontalo merasa bangga dengan cara berfikir dan tindakan mahasiswa yang bagaimana memikirkan kedepannya Gorontalo aman dan masyarakat taat hukum.
“Semoga harapan ini bisa terwujud baik dari masyarakat maupun mahasiswa itu sendiri maupun aparat kepolisian selaku aparat penegak hukum”, Jelasnya.
” Dan untuk tuntutan yang disampaikan mahasiswa kami akan sampaikan itu ke Kapolda Gorontalo karena kita juga datang kesini atas perintah Kapolda, sehingga tuntutan itu kami akan sampaikan nanti petunjuknya seperti apa itu harus tetap ada jawaban”, Tambah Kompol Ramlan.

Ditempat yang sama ketua, Permahi Cabang Gorontalo, Sahrul Lakoro menyampaikan, terimakasih pada Kapolda Gorontalo yang telah memerintahkan Kasubdit Bidkum dalam kegiatan diskusi ini.
” Yang pasti ucapan terimakasih kepada Kapolda Gorontalo yang telah menghargai pelaksanaan kegiatan ini, diskusi ini dilakukan guna merespon apa yang beredar di tengah masyarakat “, Jelasnya.

Lebih lanjut, Sahrul mengatakan akan terus melaksanakan kegiatan serupa di dengan menghadirkan narasumber dari instansi-instansi yang berkompetisi dengan menjawab setiap problem yang berkembang di tengah masyarakat.
” Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan tujuannya selain mengembalikan kembali ruang diskusi mahasiswa juga mempertajam analisa juga kepekaan terhadap apa yang berkembang di tengah masyarakat”, Katanya.

Dan untuk Polda Gorontalo sendiri Sahrul meminta agar Kapolda menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutannya yang telah diserahkan melalui Kasubdit Bidkum.
“Ada beberapa tuntutan yang telah kami serahkan sehingga dengan begitu kami berharap ini bisa ditindaklanjuti oleh Kapolda Gorontalo agar apa yang menjadi program Kapolri yang namanya Presisi benar-benar terealisasi dengan baik”, Tegasnya.(Win/Relatif.id).



