RELATIF.ID, GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Pengabdian (KKP) Universitas Gorontalo (UNIGO) berhasil menjelma jagung menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi.
Berkat sentuhan inovasi mereka, UMKM yang ada di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, sukses melahirkan produk selai dan nugget berbahan dasar jagung.
Produk ini bukan hanya lezat dan sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tidak hanya sekadar memberi ide, kehadiran mahasiswa KKP UNIGO ini dinilai membawa angin segar bagi pelaku UMKM di desa tersebut.
Dengan memberikan pelatihan, teknik pengelolaan alami, hingga strategi pemasaran digital. Kini, produk berbahan dasar jagung di Desa Daenaa itu, siap bersaing di pasar luas.
“Kami hanya memberi sentuhan olahan dan strategi pemasaran. Bahan baku sudah tersedia, keterampilan warga juga luar biasa. Tinggal kita optimalkan agar bisa menembus pasar yang lebih luas,” ungkap Eka Nuradi Urusi, salah satu mahasiswa KKP UNIGO, Rabu (27/8/2025).

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ririn Pakaya, SKM., M.PH, menyatakan bahwa inovasi ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.
“Produk olahan jagung, terutama nuget jagung tanpa pengawet, menjadi alternatif sehat bagi anak-anak yang kurang menyukai sayur atau buah,” jelas Ririn.
Program ini pun disambut antusias oleh masyarakat. Kepala Desa Daenaa, Jefri A. Rahim, SE, menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada mahasiswa KKP dari Universitas Gorontalo.

Ia mengatakan, lewat kolaborasi ini, mahasiswa telah menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, menghadirkan solusi yang inovatif, serta membawa perubahan nyata.
“Program ini membuktikan bahwa jagung bisa menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan kreatif. Terima kasih kepada KKP UNIGO yang telah membantu warga mengembangkan keterampilan dan memperluas jaringan pemasaran,” ucap Jefri. (Beju)



