kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaBone Bolango

Cabai Picu Inflasi, Pemkab Bone Bolango Gerakkan Warga Tanam di Pekarangan

39
×

Cabai Picu Inflasi, Pemkab Bone Bolango Gerakkan Warga Tanam di Pekarangan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa saat melakukan penanaman cabai di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa.

RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Kenaikan harga cabai dalam beberapa bulan terakhir ini, mendorong Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memperkuat gerakan menanam cabai berbasis pekarangan rumah.

Bersama Dharma Wanita Persatuan Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bone Bolango, pemerintah daerah mendorong lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi ruang produksi pangan sekaligus salah satu upaya menambah pasokan cabai di daerah.

Dinosaur

Gerakan tersebut ditandai dengan penanaman cabai bersama Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa, Jumat (25/9/2026).

Iwan mengatakan, gerakan menanam cabai perlu dilakukan secara bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah.

“Penanaman cabai hari ini sebagai bagian dari upaya kita dan ini adalah gerakan bersama bagaimana semua elemen masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Iwan.

Menurutnya, gerakan tersebut semakin penting di tengah kenaikan harga cabai yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Cabai juga menjadi salah satu komoditas yang turut memberikan tekanan terhadap inflasi di Bone Bolango.

Karena itu, pemanfaatan pekarangan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga, tetapi juga menambah pasokan di tingkat daerah.

“Beberapa bulan terakhir ini harga cabai meningkat luar biasa pesat dan Bone Bolango ini termasuk inflasi tertinggi komoditas cabai. Dengan program ini kita harapkan bisa mengendalikan harga di pasar,” katanya.

Peningkatan produksi cabai dari tingkat rumah tangga juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat yang membudidayakannya.

Ketika pasokan lokal meningkat, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat lebih banyak dipenuhi dari produksi daerah sehingga stabilitas harga dapat lebih terjaga.

Menarik Untuk Anda :  Mutasi dan Rotasi Pejabat Bone Bolango, Iwan Tekankan Penguatan Kompetensi

Iwan berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman bersama, tetapi berkembang dan diikuti organisasi perempuan lainnya hingga masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi contoh yang dapat diikuti organisasi perempuan lainnya hingga masyarakat di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Ia menegaskan, gerakan menanam cabai tidak membutuhkan lahan yang luas. Pekarangan dengan ukuran terbatas sekalipun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan.

“Tidak perlu harus lahan pekarangan yang besar. Dengan ukuran kecil pun bisa diberdayakan,” tandasnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow