BeritaKabupaten GorontaloKesehatan

PMI Kabgor Bentuk UDD, Solutif Bagi Rumah Sakit Butuh Pasokan Dara

6
×

PMI Kabgor Bentuk UDD, Solutif Bagi Rumah Sakit Butuh Pasokan Dara

Sebarkan artikel ini
Pembentukan UDD.

RELATIF.ID, Kabupaten Gorontalo – Menjawab kebutuhan pasokan darah bagi pasien di lima rumah sakit yang beroperasi di daerah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo membentuk Unit Donor Darah (UDD).

Pembentukan UDD ini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan darah, khususnya bagi pasien yang memerlukan transfusi, dapat terpenuhi tanpa terkendala ketersediaan maupun distribusi.

Ketua PMI Kabupaten Gorontalo, Y. Zulfikar Usira mengatakan, percepatan pembentukan fasilitas tersebut menjadi salah satu agenda prioritas dalam Rapat Kerja (Raker) PMI Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di Ballroom Agrindo Limboto, Jumat (6/11/2026).

Zulfikar menjelaskan, keberadaan UDD bukan sekadar kebutuhan organisasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan dan kemanusiaan bagi masyarakat.

“Kabupaten Gorontalo saat ini memiliki lima rumah sakit. Artinya, kebutuhan darah untuk pelayanan pasien tentu harus menjadi perhatian serius. Karena itu, kami menjadikan percepatan pembentukan Unit Donor Darah sebagai salah satu program prioritas PMI Kabupaten Gorontalo,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo itu juga menyatakan, UDD ini nantinya menjadi pusat pelayanan darah yang mengintegrasikan proses perekrutan pendonor, pengambilan, pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian darah sesuai standar pelayanan kesehatan.

Dengan adanya fasilitas tersebut, PMI diharapkan dapat membangun sistem pelayanan darah yang lebih terorganisasi sekaligus mengurangi potensi kendala ketika pasien membutuhkan transfusi.

“Kami ingin PMI Kabupaten Gorontalo tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan nyata dalam menjawab kebutuhan darah masyarakat. Jangan sampai ketika pasien membutuhkan transfusi, ketersediaan darah justru menjadi kendala,” ujarnya.

Zulfikar mengatakan, melalui Raker juga, seluruh pengurus PMI diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam mempercepat realisasi pembentukan UDD.

Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta persyaratan teknis sebelum fasilitas itu dapat dioperasikan.

Menarik Untuk Anda :  Demo Mahasiswa Berlangsung Damai, Minta Pemda dan DPRD Kabgor Sepakati 7 Tuntutan

Ia menegaskan, hasil Raker harus ditindaklanjuti dengan langkah kerja yang jelas dan terukur, bukan sekadar menjadi agenda organisasi.

“Kami ingin seluruh pengurus memiliki komitmen dan langkah kerja yang sama. Pembentukan UDD ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi harus segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret agar bisa secepatnya beroperasi,” jelasnya.

Di sisi lain, PMI Kabupaten Gorontalo juga telah membangun komunikasi dengan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, selaku Pembina PMI. Komunikasi itu berkaitan dengan dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk gedung yang representatif untuk operasional UDD.

“Kami sudah membangun komunikasi dengan Bupati Gorontalo selaku Pembina PMI, terutama menyangkut dukungan sarana dan prasarana, termasuk gedung untuk operasional UDD. Tentunya kami berharap ada sinergi dan dukungan pemerintah daerah agar program ini segera terwujud,” ungkapnya.

Zulfikar berharap, dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat pembentukan fasilitas pelayanan darah tersebut.

“Target kami jelas, UDD PMI Kabupaten Gorontalo harus segera terwujud dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini menyangkut kebutuhan darah dan keselamatan pasien. Semakin cepat fasilitas ini tersedia, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Beju)