RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, mendorong Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Sugondo, organisasi kepemudaan ini harus mampu menjadi mitra pemerintah yang kritis, konstruktif, dan solutif dalam menjawab berbagai persoalan ditengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sugondo saat mewakili Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) IV PW GP Ansor Provinsi Gorontalo, Kamis malam (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo itu, dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Gorontalo masa khidmat 2026–2030.
Di hadapan para kader, Sugondo menegaskan, bahwa keberadaan GP Ansor harus dibuktikan melalui kontribusi nyata, terutama dalam pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian persoalan sosial.
“Saya ingin menegaskan, GP Ansor jangan hanya hadir dalam kegiatan seremonial organisasi. Kader Ansor harus turun langsung ke tengah masyarakat, menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat, serta aktif mengambil peran dalam pemberdayaan,” tegas Sugondo.
Ia juga berharap, PKL IV dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kematangan intelektual, kemandirian ekonomi, serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era digital.
“Kaderisasi ini modal penting untuk mencetak pemimpin masa depan yang berwawasan kebangsaan kokoh, berpegang teguh pada komitmen keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang moderat, toleran, dan senantiasa merawat rajutan persatuan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sugondo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan untuk mempercepat pembangunan daerah.
Ia menilai, persoalan pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga ketahanan sosial-keagamaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk GP Ansor.
Karena itu, ia berharap GP Ansor tidak hanya menjadi organisasi yang aktif secara internal, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, kritik, dan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat.
“Jadilah organisasi yang produktif, yang detak kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Jadilah mitra pemerintah yang kritis, konstruktif, sekaligus solutif demi satu muara bersama: mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang maju, sejahtera, religius, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Beju)


