kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaBone BolangoEkonomKuliner

Baru Diresmikan, Kawasan Kuliner Non Tunai Danau Perintis Diharapkan Dongkrak Ekonomi Masyarakat

96
×

Baru Diresmikan, Kawasan Kuliner Non Tunai Danau Perintis Diharapkan Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile.

RELATIF.ID, GORONTALO – Zona Khas Kawasan Kuliner Non Tunai Danau Perintis, Suwawa, baru saja diresmikan.

Pengeresmian ini dirangkaikan dengan Kick Off Festival Maleo menuju Gorontalo sebagai Destinasi Pariwisata Ramah Muslim, Selasa (4/11/2025).

Adapun yang turut hadir pada pengeresmian itu ialah, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Bupati Bupati Bone Bolango, Ismet mile.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ismet Mile menyampaikan bahwa yang terpenting dari langkah ini adalah mendorong pembangunan sektor pariwisata, yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan nilai-nilai keislaman.

“Barusan kita mendengarkan penyampaian tentang masa depan Danau Perintis, dimana diharapkan kawasan ini menjadi destinasi utama pariwisata yang ramah muslim. Saya menyambut baik program ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Zona Khas Kawasan Kuliner Non Tunai Danau Perintis ini terus berjalan selaras dengan program pembangunan daerah, agar ekonomi masyarakat dapat tumbuh dan berkembang.

“Tadi saya melihat banyak kuliner yang dijual. Jagi inilah bagian dari upaya kita bersama dalam mensejahterakan masyarakat,” kata Ismet.

“Semoga tidak hanya Danau Perintis, tetapi juga destinasi lain seperti Olele bisa berkembang menjadi wisata ramah muslim,” pintanya.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.

Di tempat yang sama, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang didampingi Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan bahwa pengembangan wisata halal di Gorontalo harus masuk ke tahap implementasi nyata.

Karena menurutnya, Bone Bolango memiliki potensi besar dalam mendukung pariwisata halal dengan berbagai destinasi unggulan seperti wisata bahari Olele, perairan Botubarani, Danau Perintis, hutan pinus, hingga makam pahlawan.

“Tidak hanya halal dari segi zat, tetapi juga dari ekosistem dan interaksi sosial yang harus mencerminkan nilai-nilai kehalalan,” tutur Gusnar.

Olehnya, konsep halal tidak hanya terbatas pada produk makanan, tetapi juga harus mencakup keseluruhan ekosistem pariwisata, termasuk Bendungan Bulango Ulu yang diharapkan menjadi destinasi wisata baru dengan panoramanya yang menawan.

Menarik Untuk Anda :  DPD PJS Gorontalo Beri Peringatan Keras Kepada Konten Kreator di Daerah

“Jika semua kawasan ini tumbuh dan terintegrasi, bisa dibayangkan berapa besar perputaran ekonomi yang akan terjadi di Bone Bolango,” pungkasnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312