kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaKabupaten Gorontalo

Debit Air Baku Menurun, Perumda Tirta Limutu Minta Warga Hemat Air Sepanjang Kemarau

40
×

Debit Air Baku Menurun, Perumda Tirta Limutu Minta Warga Hemat Air Sepanjang Kemarau

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Perumda Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo.

RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Perumda Air Minum Tirta Limutu meminta masyarakat, khususnya pelanggan, untuk menghemat penggunaan air.

Imbauan itu disampaikan menyusul penurunan debit dua sumber air baku utama akibat musim kemarau yang masih berlangsung.

Dinosaur

Direktur Perumda Air Minum Tirta Limutu, Tomy Hendra Said mengatakan, debit air yang bersumber dari Sungai Bulota saat ini telah menurun lebih dari 50 persen.

Sementara debit air yang bersumber dari Sungai Polohungo mengalami penurunan hampir 20 persen.

“Sumber air baku kita ada dua, Sungai Bulota dan Sungai Polohungo. Saat ini debit Sungai Bulota sudah turun lebih dari 50 persen. Sementara Sungai Polohungo turun hampir 20 persen,” ujar Tomy saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026).

Penurunan debit tersebut berdampak langsung terhadap produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kelurahan Bionga.

Kondisi itu mulai memengaruhi distribusi air bersih ke sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Limboto, Limboto Barat, dan sebagian wilayah Telaga serta sekitarnya.

Perumda Tirta Limutu, kata Tomy, saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan mengerahkan lima unit mobil tangki air setiap hari ke wilayah yang mengalami gangguan distribusi.

Lima armada tersebut terdiri atas satu unit milik Perumda Tirta Limutu, tiga unit bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta satu unit bantuan SPN Polda Gorontalo.

“Kelima mobil tangki ini kami distribusikan ke wilayah terdampak seperti Kecamatan Tilango, Batudaa dan beberapa kecamatan lainnya,” jelas Tomy.

Meski langkah penanganan terus dilakukan, Tomy mengakui kondisi kemarau menjadi tantangan bagi keberlangsungan pelayanan air bersih. Karena itu, ia meminta masyarakat ikut mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

Menarik Untuk Anda :  Perumda Tirta Limutu Kabgor Jelaskan Penyesuaian Tarif Air Bersih Mulai Februari 2026

Ia juga mengimbau pelanggan menyediakan tandon atau wadah penampungan air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan distribusi.

“Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan. Tapi kami juga mohon masyarakat ikut menghemat air. Mari sediakan tandon atau wadah penampungan. Semoga hujan segera turun,” katanya.

Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan Perumda, kondisi musim kemarau di Gorontalo diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026 dan berpotensi berlanjut hingga Februari 2027.

Perumda Tirta Limutu pun mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau berlangsung. Penghematan air dinilai penting agar ketersediaan sumber air yang tersisa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow