RELATIF.ID, GORONTALO – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung petani jagung, terutama dalam urusan pascapanen dan rantai distribusi.
Hal itu diungkapkan, Sofyan saat diwawancarai usai menggelar panen jagung bersama Gubernur Gorontalo dan Kapolda, bertempat di Desa Tabongo Timur Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Senin (21/4/2025).
“Itu bantuan kita kepada petani, supaya mereka ada kepastian bahwa hasil panennya sekian persen kering,” ujar Sofyan.
Ia mengatakan, bahwa perusahaan-perusahaan pembeli jagung sebenarnya siap menerima hasil panen, tapi hanya setelah jagung menjadi milik mereka.
“Kalau perusahaannya memang ada, cuma kita perlu kolaborasi saja. Karena perusahaan itu menerima ketika jagung sudah jadi milik mereka. Kalau sudah jadi milik mereka, maka mereka menerima itu,” katanya
Oleh karena itu, ia mendukung langkah Gubernur Gorontalo yang meminta Bulog menyediakan gudang pengering.
“Nah, kita belum punya itu, dan nanti kita kerjasamakan nanti dengan, kan tadi pak gubernur minta ke Bulog untuk kita siapkan gudang pengering. Kalau Bulog sudah sediakan maka sudah ada kepastian, karena harga Bulog paling tertinggi hari ini 5.500 dengan kering 14 persen,” jelasnya.
Sofyan juga menekankan pentingnya menjaga semangat petani dengan memberi contoh optimisme dari jajaran pemerintah.
“Jadi modalnya kita optimis dulu, kita harus yakin dulu. Karena petani lihat pemerintahannya. Kalau pemerintahnya optimis maka mereka siap optimis. Kalau kita mulai ragu,” tuturnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan menyambut baik program nasional pengembangan pangan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo.
“Makanya dengan program yang diinisiasi oleh presiden hari ini, ini sangat kekuatan besar buat kita. Ini sudah instruksikan presiden, bukan saja ke pemerintah daerah tapi langsung ke Kapolri untuk jagung, dan TNI untuk padi sawah. Jadi kita optimis untuk menghantar petani ke depan yang kita harapkan,” tukas Sofyan Puhi.
Penulis: Beju



