RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Rangkaian Musyawarah Kecamatan (Muscam) dan Musyawarah Desa (Musdes) Partai Golkar Kabupaten Gorontalo berakhir Minggu (1/11/2026).
Kecamatan Limboto dan Limboto Barat, menjadi lokasi terakhir pelaksanaan agenda tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menjadi motor penggerak untuk menjalankan tugas-tugas kepartaian sebagaimana dimandatkan oleh pimpinan DPD II Partai Golkar.
Dalam mandat itu, pihaknya diberi tugas untuk melaksakan musyawarah di sejumlah Kecamatan dan Desa di Kabupaten Gorontalo.

Tugas itu, dimulai sejak Jumat (30/10/2026), di Kecamatan Tabongo dan Batudaa.
“Awal tugas kami dalam rangka melaksanakan kegiatan partai yaitu di Kecamatan Tabongo dan Batudaa,” ungkap Zulfikar.
Setelah Tabongo dan Batudaa, kegiatan kemudian dilanjutkan pada Sabtu (31/10/2026) di Kecamatan Batudaa Pantai dan Biluhu.
“Terakhir hari ini kita melaksanakan pelaksanaan musyawarah kecamatan Limboto dan Limboto Barat,” lanjutnya.
Zulfikar mengungkapkan, dalam menjalankan mandat tersebut, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo menitipkan sejumlah pesan penting.
Pertama, seluruh rangkaian Muscam harus berjalan sukses dengan mengedepankan konsolidasi dan penyatuan gagasan antarkader.

Menurutnya, musyawarah bukan semata-mata menjadi ruang untuk mencari figur maupun pemimpin, melainkan momentum memperkuat kerja sama partai di berbagai tingkatan.
“Pelaksanaan musyawarah kecamatan ini tidak dalam rangka mencari figur, tidak dalam rangka mencari pemimpin, tetapi bagaimana menyatukan pikiran dan mengkonsolidasikan untuk bagaimana kemudian partai ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten,” jelasnya.
“Itu hal penting yang disampaikan Ketua DPD II terhadap kami,” tambah Zulfikar.
Kedua, pelaksanaan Muscam dan Musdes merupakan bagian dari kewajiban organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
“Jadi ini wajib dilaksanakan. Setelah musyawarah kecamatan, kemudian melaksanakan musyawarah desa,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan partai sekaligus bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan agenda organisasi.
“Inilah instruksi yang diberikan kepada kami dalam rangka menjalankan apa yang menjadi tugas-tugas kepartaian,” tutupnya. (Beju)


