RELATIF.ID, POHUWATO _ Unjukrasa yang digelar oleh Majelis Permusyarawatan Rakyat Pohuwato (MPRP) di halaman kantor Bupati Pohuwato, meminta Bupati saat ini (Saipul A Mbuinga) untuk mundur dari jabatannya.
Hal ini diutarakan Rein selaku salah satu orator masyarakat penambang. Kedatangan mereka tidak lain meminta janji Forkompinda untuk menyelesaikan polemik pembayaran proposal milik penambang yang dijanjikan dibayarkan oleh perusahaan Pani Gold Project (PGP).
Dengan lantang dalam orasinya, Rein meminta Bupati Pohuwato mundur dari jabatan, sebab dalam pertemuan yang digelar beberapa pihak termasuk Bupati, menandakan bahwa Bupati dianggap menjadi juru bicara Perusahaan.
“Ini menandakan, kemarin kami tidak percaya, bahkan bupati sempat sampaikan, pak Bupati itu bukan jubir dari perusahaan. Tetapi sekali lagi, kenyataannya kemarin ada tiga orang bertemu dengan perusahaan termasuk didalamnya. Ini menandakan bahwa Pemerintah Kabupaten cuman jubir lo perusahaan,” teriak Rein dihalaman Kantor Bupati. Kamis (14/9/2023).
Rein bilang dalam sambungan orasinya itu, bahwa Bupati Pohuwato diminta mundur dari jabatannya. Sebab kata dia, para penambang sudah 9 bulan dijanjikan persoalan pembayaran proposal ini.
“Makanya kami mendesak, bupati Pohuwato mundur dari jabatannya sebagai Bupati. Sudah 9 bulan kami dijanjikan, tetapi semua hanya janji dan janji. Hari Senin bupati telah menjanjikan bahwa akan bertemu dengan torang hari Kamis di DPRD. Torang datang kesini karena masih percaya dengan Bupati, Kenapa? Pak bupati takut dengan perusahaan?,” tegas Rein seraya meneriaki maksud dan tujuan mereka menggelar unjukrasa.
Meski sudah berusaha untuk mencari keberadaan Bupati, masa aksi tersebut hingga pada akhirnya tidak ditemui oleh Bupati Pohuwato, Saipul A Mbuinga, dan para pengunjuk rasa bergerak di gedung DPRD Pohuwato. // Guslan Kaco (Relatif.id)



