RELATIF.ID, GORONTALO__Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Gorontalo tanggapi salah seorang Lady Companion (LC) atau wanita pemandu tamu karaoke yang telah mencemarkan nama baik institut Satpol-PP.
Beredar vidio live streaming yang dilansir dari akun facebook milik salah seorang Lady Companion (LC) atau wanita pemandu tamu karaoke ini. Sekretaris Satpol PP Kabupaten Gorontalo, Moh. Taufik Margono menjelaskan bahwa hal ini bermula dari pendataan KTP, sehingga keluar perkataan yang tak pantas tersebut.
“Ini cuma persoalan karna kita mengambil KTP, karna itu memang SOP kita, ketika kita menemukan apalagi mereka bukan penduduk di sana. Bukan menyita sebenarnya, kita mengambil KTP mereka untuk pendataan lanjut sekaligus mereka setelah kita ambil ini, kita ajukan undangan untuk mereka menghadap, tidak serta mereka kita ambil terus kita pulang, ada mekanisme yang kita jalani, jadi setelah kita isi data mereka, kita tahan KTPnya kemudian kita beri mereka undangan untuk menghadap hari ini,” jelas Taufik, Selasa (16/01/2024).
Selanjutnya, Taufik mengungkapkan saat melakukan patroli dan razia, pihaknya menunjukan surat tugas sesuai dengan SOPnya.
“Kita datang itu langsung memberikan dan menunjukan surat tugas karna itu SOP kita kan, kita tidak datang seenaknya tanpa surat ijin kita turun, justru itu menyalahi. Sehingga ketidaktahuan mereka, tupoksi satpol itu seperti apa, kemudian mengeluarkan kalimat itu sudah dibawa kendali minuman keras,” ungkap Taufik
Begitu diintrogasi, Taufik mengatakan LC tersebut menyampaikan permohonan maaf, karna sudah dibawa kendali minuman keras.
“Karna yang bersangkutan ada disini, jadi kita meminta untuk klarifikasi lagi membuat live streaming facebook diakun beliau dan meminta maaf, jadi itu harus dilakukan sebagai permintaan maaf supaya juga publik akan tahu ternyata dikondisi ini. Apabila yang bersangkutan tidak ingin melakukan itu, termasuk persiapan pengaduan ini kita ajukan,” katanya
“Kita harus juga profesional menanggapi hal-hal yang begini, jadi tidak perlu kita terpancing emosi, karna memang mungkin ketidak tahuan yang bersangkutan tentang tupoksi kita dan yang bersangkutan sudah dikuasi minuman keras, sehingga dibawa kesadaran ini keluar kalimat-kalimat seperti ini,” tutup Taufik
Pewarta : Beju



