RELATIF.ID, GORONTALO – Dalam rangka meningkatkan ketangguhan daerah terhadap bencana, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyampaikan beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan.

Hal ini ia sampaikan pada workshop “Meningkatkan Kolaborasi dan Integrasi dalam Mewujudkan Ketangguhan Daerah Menghadapi Bencana”, bertempat di Ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo, Kamis (01/08/2024).
Penguatan Sistem Peringatan Dini dan Mitigasi Bencana
Bupati Nelson menekankan pentingnya memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana dengan memanfaatkan teknologi canggih.
“Kita harus mampu menggunakan alat dan sistem peringatan dini yang dapat memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Nelson menegaskan bahwa mitigasi bencana harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah, dengan mempertimbangkan risiko bencana dalam setiap proyek infrastruktur.
Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat dalam menggunakan informasi dari sistem peringatan dini.
“Masyarakat harus dilatih untuk merespons peringatan dini dengan cepat dan tepat, sehingga bisa meminimalisir dampak bencana,” tambahnya.
Peningkatan Kapasitas dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Nelson menggarisbawahi perlunya pendidikan dan pelatihan kebencanaan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Dengan pemahaman yang baik tentang bagaimana menghadapi bencana, masyarakat akan lebih siap dan tanggap ketika bencana terjadi,” katanya.
Pelatihan tersebut dapat berupa simulasi bencana, pengenalan alat evakuasi, dan pemahaman mengenai tanda-tanda awal bencana.
Bupati juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengingat banyak bencana disebabkan oleh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.
Kolaborasi dan Integrasi Antar Pemangku Kepentingan
Bupati Nelson menegaskan bahwa kolaborasi dan integrasi antar pemangku kepentingan sangat penting.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi bencana. Diperlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, organisasi non-pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya forum komunikasi antar pemangku kepentingan untuk memastikan semua pihak memiliki informasi yang sama dan dapat mengambil tindakan tepat dan cepat saat bencana terjadi.
“Pertemuan rutin dan koordinasi intensif sangat penting untuk memastikan respons yang terpadu dan efektif,” tutup Nelson.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Gorontalo dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan bencana di masa depan.
(Beju)



