RELATIF.ID, GORONTALO – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Gorontalo, Trizal Entengo, menekankan pentingnya profesionalisme dan pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan.
Dalam keterangannya usai menutup pelatihan teknis penanggulangan stroke bagi dokter dan perawat tingkat Kabupaten Gorontalo selama lima hari di Bukit Proja, Limboto, Trizal mengatakan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk peningkatan penanganan stroke, tetapi juga menyasar pada perbaikan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.
“Pelatihan ini bukan hanya soal stroke, tapi tentang bagaimana kita memperbaiki pelayanan kesehatan. Pelayanan itu harus profesional dan humanis,” ujar Trizal saat diwawancarai, Jumat (9/5/2025).
Tak hanya itu, Ia juga menyoroti sejumlah keluhan publik terhadap pelayanan kesehatan di beberapa Puskesmas, termasuk kasus di Puskesmas Tibawa yang disorot masyarakat meski hanya terkait pemindahan pelayanan selama dua hari.
“Tidak bisa kemudian karena hanya dua hari, lantas dianggap sepele. Publik punya hak untuk menyoroti layanan kita. Maka, tenaga kesehatan harus bersikap profesional dan ramah. Jangan sampai ada yang terampil, tapi melayani dengan sikap ketus,” tegasnya.
Trizal berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh, bukan sekadar kembali ke pola pelayanan lama.
“Harus ada perubahan. Sudah lima hari mengikuti pelatihan, tentu ada metode baru yang dipelajari. Itu harus terlihat dalam pelayanan ke depan,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, pelatihan teknis penanggulangan stroke ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam meningkatkan kapasitas tenaga medis dan mutu layanan di tingkat Puskesmas se-Kabupaten Gorontalo.
Penulis: Beju



