kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaPendidikanProvinsi Gorontalo

Wagub Gorontalo Nilai Pentingnya Literasi Digital bagi Generasi Muda

244
×

Wagub Gorontalo Nilai Pentingnya Literasi Digital bagi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie memberikan materi dalam kegiatan Remaja Cakap (Recak) Digital, (foto: Diskominfotik)

RELATIF.ID, GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya literasi digital bagi generasi muda sebagai bagian dari upaya membentuk masyarakat yang tanggap terhadap perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Remaja Cakap (Recak) Digital di SMA Negeri 1 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo pada Senin (7/7/2025).

Dinosaur

“Kita hadir di sini memberikan sosialisasi agar anak-anak sekolah bisa menggunakan teknologi digital secara bijak. Harapannya, pembelajaran ini bisa menjadi solusi terbaik agar mereka mampu bersikap cerdas dalam menggunakan media digital,” ujar Idah Syahidah.

Bagi dia, saat ini laju perkembangan teknologi digital tidak dapat dibendung. Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali kecakapan dan kebijakan pribadi dalam memilah informasi sesuai nilai dan kebutuhan mereka.

Dalam proses ini, kata Idah, peran guru dan orang tua dinilai sangat penting sebagai pendamping sekaligus pengawas.

“Kita tidak bisa menolak era digital, tetapi justru perlu mempersiapkan diri menghadapinya. Anak-anak perlu dibimbing agar tidak salah langkah dalam menggunakan teknologi yang begitu luas ini,” tambahnya.

Lebih jauh, Wakil Gubernur itu juga mendorong para pelajar untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penyebar informasi positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Idah, anak-anak saat ini memiliki potensi besar untuk turut mendampingi orang tua mereka yang masih belum sepenuhnya memahami dunia digital.

“Sekarang ini semua urusan, baik administrasi pemerintahan, pengurusan KTP, usaha, bahkan peminjaman modal, semuanya sudah berbasis digital. Anak-anak harus bisa menjadi penuntun bagi orang tuanya agar tidak gagap teknologi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Idah juga menyinggung pentingnya kebijakan sekolah terkait penggunaan ponsel selama proses belajar-mengajar. Dengan begitu, siswa tetap fokus pada pelajaran.

Menarik Untuk Anda :  Ganti Rugi Tanah Rakyat Belum Terealisasi, PGP Di Ultimatum Bem Provinsi Gorontalo

“Ada sekolah yang menetapkan agar HP dititipkan selama jam pelajaran, bahkan ada yang mewajibkan siswa tidak membawa HP dari rumah. Ini tergantung kebijakan masing-masing sekolah, tapi intinya adalah bagaimana menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari gangguan digital yang tidak perlu,” tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Recak Digital ini merupakan inisiatif Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo sejak 2022, sebagai bentuk edukasi literasi digital bagi generasi muda. Memasuki tahun keempat, program ini terus menunjukkan dampak positif.

Hingga Juni 2025, sebanyak 2.420 pelajar dari 40 sekolah jenjang SMA/SMK/SLB sederajat di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo telah mengikuti program ini. Seluruh peserta dibekali berbagai materi untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab. (Beju)

 

Sumber: berita.gorontaloprov.go.id

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312