RELATIF.ID, GORONTALO – Lahan untuk pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Gorontalo sudah siap, tinggal menunggu peninjauan kembali oleh pemerintah pusat.
Begitulah yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur saat dimintai keterangan, Selasa (19/8/2025).
“Lokasi sudah siap, tinggal menunggu peninjauan kembali oleh tim dari Jakarta,” ujar Sugondo.
Menurutnya, lahan yang dipilih untuk pembangunan sekolah rakyat ini, sudah memenuhi syarat. Sebab, kata Sugondo, kondisi tanahnya rata dan bagus.
“Insyaallah lahan itu memenuhi syarat, karena kondisinya rata dan bagus,” jelasnya.
Pengusulan Dua lokasi
Sebelumnya, ada dua lahan yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk pembangunan sekolah rakyat.
Dua lahan yang diusulkan yaitu: hutan kota dan lahan milik Dinas Pertanian yang pernah dijadikan area pembibitan kelapa.
Namun, lahan hutan kota dinilai tidak layak karena kontur tanahnya miring.
“Hutan kota sudah ditinjau oleh tim dari Jakarta, dan tidak memenuhi syarat karena tanahnya miring,” jelas Sugondo.
Dengan demikian, lahan milik Dinas Pertanian yang berdekatan dengan Kampus IAIN II Sultan Amai Gorontalo, diputuskan sebagai lokasi pembangunan sekolah rakyat.
“Itu yang akan kita usulkan untuk menjadi tempat pembangunan sekolah rakyat,” ucapnya.
Apa Itu Sekolah Rakyat
Program sekolah rakyat ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Institusi pendidikan berasrama ini, dirancang untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dan diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico mengatakan, sekolah rakyat bukan program Kementerian Sosial, melainkan program riil dari presiden yang diamanahkan melalui Inpres Nomor 8 tahun 2025.
“Jadi kami ini ibaratnya diminta untuk jadi tim kesebelasan. Owner kesebelasan ini Pak Presiden, kebetulan kami diminta jadi kapten tim kesebelasan itu,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, Minggu (20/7/2025), dikutip dari menpan.go.id. (Beju)



