RELATIF.ID, GORONTALO – Air mancur Taman Budaya Limboto, yang pernah jadi ikon Kabupaten Gorontalo, kini jarang beroperasi.
Dibangun dengan menggunakan APBD senilai Rp900 juta pada tahun 2019 silam, fasilitas ini tampak terbengkalai lantaran tidak ada anggaran pemeliharaan.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo, Romy Sjahrain mengatakan, selain mengalami kerusakan pada sejumlah alat, pihaknya juga kesulitan mencari teknisi untuk memperbaikinya.
“Kita memang kesulitan mendatangkan teknisi yang biasa memperbaikinya. Itu dari Surabaya. Sementara itu tidak ada anggaran pemeliharaan,” ujar Romy, Rabu (27/8/2025).
Kondisi terkini air mancur itu cukup memprihatinkan. Cat bangunan mulai pudar, sebagian alatnya sudah tidak berfungsi, hingga ditumbuhi lumut.
Atraksi air mancur warna-warni yang dulunya ramai disaksikan warga, sekarang tak pernah lagi beroperasi.
Romy mengaku, pihaknya diminta Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, untuk mengkaji kembali kelayakan fasilitas tersebut.
Apalagi lokasinya dinilai menutup akses jalan umum, yang dulunya digunakan masyarakat.
“Bupati sudah minta kami mengkaji dan melakukan upaya optimalisasi fasilitas itu, apakah masih di situ atau kita pindahkan supaya aset ini bisa difungsikan di tempat lain,” kata Romy.
Jika pembongkaran dilakukan, perangkat air mancur yang masih bisa digunakan akan dimanfaatkan ke tempat lain.
“Memang rencananya begitu. Kita tentu melihat kondisi sekarang yang sudah tidak berfungsi. Pemerintah maunya itu dimanfaatkan dulu,” pungkasnya. (Beju)
Sumber: gorontalo.indozone.id



