kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaNusantaraPendidikan

Peserta Pramuka Widya Budaya Bakti Nikmati Proses Pembuatan Kue Dumalo Dan Diniyohu Khas Gorontalo

109
×

Peserta Pramuka Widya Budaya Bakti Nikmati Proses Pembuatan Kue Dumalo Dan Diniyohu Khas Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Peserta Pramuka Saka Widya Bakti praktek langsung pembuatan kue Dumalo.

RELATIF.ID, GORONTALO – Dua kue tradisional khas Gorontalo, Dumalo dan Diniyohu, menjadi perhatian tersendiri bagi peserta Satuan Karya (Saka) Pramuka Widya Budaya Bakti dalam kegiatan Peran Saka Nasional 2025 yang digelar di Gorontalo.

Kegiatan yang berlangsung di UPTD Museum Purbakala Gorontalo, pada Selasa (4/11/2025), merupakan bagian dari pelaksanaan tujuh program Krida yang dijalankan para peserta selama perkemahan berlangsung.

Dinosaur

Salah satu program yang menarik minat peserta itu adalah pengenalan dan praktik langsung membuat kue tradisional khas daerah Gorontalo.

Sedikit Tentang Dumalo Dan Diniyohu

Kue Dumalo dikenal sebagai kudapan manis berbentuk jaring halus yang terbuat dari campuran tepung beras, gula, dan santan. Setelah digoreng, kue ini biasanya memiliki tekstur renyah dengan cita rasa gurih manis yang khas.

Sementara Diniyohu, merupakan kue tradisional berbahan dasar kelapa parut dan gula merah yang dikukus dalam balutan daun pisang, menghasilkan aroma wangi dan rasa legit yang menggugah selera.

Salah satu peserta dari kontingen dari Kwartir Cabang Toli-Toli, Suci Ramadani, mengungkapkan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut.

Meski sedikit gugup, Suci pun memberanikan diri untuk mencoba mempraktekkan langsung cara pembuatan kue tersebut, ditambah lagi dengan tingkat penasarannya yang tinggi.

“Agak takut sedikit karena baru pertama kali, tapi kalau tidak dicoba pun kita menyesal, ini kan, jadi pengetahuan baru,” ungkapnya.

Nyaris Mirip Dengan Bannang-bannang

Tidak hanya suci, salah satu perwakilan dari kontingen Kwartir Daerah Sulawesi Selatan, Jeje, juga mengakui adanya kemiripan antara Dumalo dengan kudapan dari daerah asalnya.

Ia mengungkapkan, Dumalo dan Bannang-bannang (kue khas Sulawesi Selatan) hampir menyerupai. Yang membedakan keduanya yaitu cara pembuatannya.

Menarik Untuk Anda :  Malam Penutupan PSN 2025 di Gorontalo, Bupati Sofyan Beri Hadiah TV Kepada Pengunjung dan Peserta

“Dumalo ini hampir sama dengan kue tradisional di Sulawesi Selatan namanya Bannang-bannang. Bentuknya mirip, cuma bedanya kalau bannang-bannang sudah ditaburi gula kemudian dikemas,” katanya.

Jeje juga tak segan-segan mengungkapkan rasa senangnya ketika dirinya diberikan kesempatan untuk mempraktekkan cara pembuatan kue Dumalo, setelah berganti dengan suci.

Bahkan, ia juga mengatakan akan mencoba mempraktikkan kembali ketika sudah kembali kedaerahannya.

“Bagus sekali kegiatan ini dan kayaknya saya sudah bisa. Nanti pas pulang ke rumah mau praktik bikin dumalo,” pungkasnya.

Dengan kegiatan Krida di Museum Purbakala ini, para peserta Pramuka Saka Widya Budaya Bakti tidak hanya mengenal sejarah dan budaya Gorontalo, tetapi juga turut melestarikan warisan kuliner tradisional yang menjadi bagian dari identitas daerah tersebut. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312