RELATIF.ID, GORONTALO – Peserta Peran Saka Nasional 2025 dari Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) mengunjungi kantor UPTD Museum Purbakala Gorontalo.
Kunjungan SWBB yang dijadwalkan pada 4 November 2025 kemarin, merupakan bagian dari rangkaian agenda kegiatan Peran Saka Nasional tahun ini di Gorontalo.
Ketua Pimpinan Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bakti Provinsi Gorontalo, Suleman Haridji, menjelaskan, kunjungan ke Museum Purbakala Gorontalo ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan bagi peserta untuk mendalami masing-masing Krida yang dimiliki SWBB.
“Museum ini menjadi lokasi pelaksanaan Saka Akademik, di mana para peserta mempelajari dan memperdalam setiap Krida yang dimiliki,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Tujuh Krida Saka Widya Budaya Bakti
Setiap Satuan Karya memiliki masing-masing Krida. Untuk Saka Widya Budaya Bakti sendiri, ada tujuh Krida yang dimiliki.
Adapun yang dimaksud dengan Krida ialah satuan terkecil dalam Saka.
Berikut ini rincian Krida yang dimiliki Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bakti:
1. Pendidikan Masyarakat.
2. Pendidikan Usia Dini.
3. Kecakapan Hidup.
4. Bina Sejarah.
5. Seni dan Filim.
6. Bina Nilai Budaya.
7. Museum dan Purbakala.
Suleman mengatakan, pembagian Krida tersebut merupakan upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan dan kebudayaan di kalangan Pramuka.
“Diantara Satuan Karya, Saka Widya Budaya Bakti mempunyai Krida paling banyak,” ungkapnya.
Di Bawah Naungan Dua Kementerian RI
Lebih lanjut, Suleman menyatakan, dimasa kepemimpinan presiden Prabowo Subianto, sudah ada dua kementrian, yaitu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Mentri Kebudayaan.
Sehingga, Saka Widya Budaya Bakti saat ini, berada di bawah naungan dua kementerian tersebut.
Untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menaungi tiga Krida pertama. Sedangkan Kementerian Kebudayaan, itu meliputi Krida Bina Sejarah hingga Museum dan Purbakala.
“Jadi sekarang kami sudah dinaungi oleh dua kementerian,” pungkasnya. (Beju)



