RELATIF.ID, GORONTALO – Trader Gorontalo, Andi Rahmatillah atau yang lebih dikenal dengan Papip Celebes, memberikan kejutan saat kembali ke Gorontalo.
Kedatangannya pun disambut antusias oleh masyarakat dan komunitas setempat.
Pria kelahiran Manado, 12 Januari 1988 ini, langsung mengawali kepulangannya dengan bersilaturahmi bersama masyarakat dan komunitas Warkop Emi di kawasan Menara Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/2/2026).
Papip yang berdarah Bugis–Gorontalo ini dikenal sebagai sosok perantau yang meniti kesuksesan melalui kerja kerasnya di Bandung.
Sejak merantau, Papip sudah akrab dengan jatuh bangun dalam dunia usaha, hingga akhirnya mampu membangun bisnis di bidang yang digelutinya saat ini.
Meski kini berkiprah di luar daerah, Papip menegaskan bahwa Gorontalo tetap memiliki tempat tersendiri baginya.
Sambutan Hangat Masyarakat
Antusiasme masyarakat terhadap kepulangan Papip juga terlihat dari berbagai bentuk sambutan, termasuk pemasangan baliho di sejumlah titik di Kota Gorontalo.
Baliho itu bertuliskan “Selamat Datang Putra Terbaik Gorontalo: Papip Celebes Menuju Senayan 2030.”

Menanggapi hal itu, Papip menilai sambutan tersebut sebagai bentuk keakraban dan kreativitas masyarakat, bukan sesuatu yang direncanakan secara khusus oleh dirinya.
Meski begitu, ia mengaku bersyukur atas sambutan hangat tersebut, sekaligus menganggapnya sebagai bentuk ekspresi kekeluargaan dan silaturahmi.
Kedatangan ke Gorontalo Untuk Program Umroh Gratis
Selain silaturahmi, kedatangan Papip ke Gorontalo kali ini, juga berkaitan dengan program sosial yang sudah lama ia jalankan.
Program sosial yang ia jalankan sejak Januari 2025 itu ialah, program umroh gratis bagi masyarakat terutama yang kurang mampu.
“Kenetulan, saya ke sini juga mengantarkan salah satu jamaah, sekaligus melakukan undian bagi followers saya yang ada di Gorobtalo” ujarnya.
“Setiap bulan saya memberangkatkan dua orang untuk umroh. Program ini dijalankan murni niat ibadah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sudah sekitar 11 jamaah yang diberangkatkan. Mereka berasal dari Gorontalo, Manado, dan Bandung.
Khusus Gorontalo, tercatat sudah tiga orang jamaah yang telah diberangkatkan.
Program tersebut, kata Papip, tidak memiliki muatan politik apa pun, dan dijalankan bekerja sama dengan sejumlah travel umroh resmi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Selama rezeki saya lancar, program ini akan terus berjalan,” katanya.
Latar Belakang Pengusaha dan Ikatan Emosional dengan Gorontalo
Papip diketahui berprofesi sebagai wirausaha di bidang industri dan properti yang berbasis di Bandung.
Ia memiliki seorang istri yang merupakan warga asli Bandung, sementara dirinya berasal dari keluarga yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Gorontalo.

“Sejak kecil saya sudah lama tinggal di Gorontalo, karena ibu saya asli Gorontalo,” jelasnya.
Kedekatan emosional itulah yang membuatnya tetap menjaga hubungan dengan masyarakat dan berbagai komunitas di Gorontalo, meski aktivitas usahanya kini lebih banyak dilakukan di luar daerah.
Soal Politik, Masih Terbuka
Terkait isu keterlibatan politik yang belakangan ikut diperbincangkan, Papip menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih fokus pada usaha dan kegiatan sosial.
“Untuk sekarang saya belum serius ke arah itu, karena fokus saya masih di program sosial dan usaha,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan terhadap hal itu di massa yang akan datang.
“Kalau memang ke depan ada antusiasme dan dorongan dari masyarakat, why not. Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia,” pungkasnya. (Beju)



