RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO-Bupati Gorontalo Sofyan Puhi resmi menutup kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Batch I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gorontalo, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.
Bupati Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara, instruktur, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan pelatihan dari awal hingga akhir.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada seluruh peserta pelatihan keterampilan komputer, make up artist, servis sepeda motor injeksi, dan menjahit pakaian menggunakan mesin yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
“Keberhasilan menyelesaikan pelatihan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas diri dan daya saing menghadapi tantangan dunia kerja,” demikian yang disampaikan Sofyan dalam sambutan penutupan kegiatan ini.
Ia mengatakan, pemerintah daerah menilai persaingan dunia kerja ke depan akan semakin ketat sehingga para pencari kerja tidak cukup hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, tetapi juga harus memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Karena itu, pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang didukung melalui pendanaan APBN maupun APBD.
Pelatihan berbasis kompetensi disebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi nyata dalam pembangunan SDM yang unggul dan produktif.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan teknis, pengetahuan, serta sikap kerja profesional sesuai standar kebutuhan dunia kerja.
Pemerintah daerah berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan, baik dalam dunia kerja maupun untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Selain itu, peserta juga didorong untuk terus belajar, berinovasi, adaptif, kreatif, serta memiliki etos kerja tinggi agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global.
Diakhir penyampaiannya, Bupati Sofyan Puhi turut meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap tindak lanjut pelatihan guna memastikan para peserta dapat terserap di dunia kerja.
Dengan begitu, pelatihan ini dapat melahirkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (Beju)



