RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Safrudin Bano, mengapresiasi keseriusan Balai Sungai Wilayah II Gorontalo dalam memperhatikan aspirasi masyarakat di wilayah Boliyohuto dan sekitarnya.
Apresiasi itu disampaikan Safrudin dalam kegiatan sosialisasi pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), yang diselenggarakan Balai Sungai Wilayah II Gorontalo di Aula Kantor Camat Boliyohuto, Jumat (30/10/2026).
Safrudin mengungkapkan, selama ini, wilayah Boliyohuto dan sekitarnya, belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan jaringan irigasi air tanah.
Oleh karena itu, pihaknya sangat bersyukur wilayah tersebut akhirnya mendapat perhatian melalui program JIAT.
“Alhamdulillah, mulai tahun ini kita mendapatkan dengan titik yang terbesar di wilayah Boliyohuto Cs,” ungkapnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, dari 34 titik JIAT yang dialokasikan untuk Provinsi Gorontalo, sebanyak 15 titik berada di Kabupaten Gorontalo.
Dan dari jumlah tersebut, 13 titik di antaranya tersebar di Kecamatan Mootilango dan Kecamatan Boliyohuto.
“Dari 34 yang masuk ke wilayah Provinsi Gorontalo, 15 di Kabupaten Gorontalo. Alhamdulillah, 13 itu berada di wilayah Boliyohuto Cs,” katanya.
Menurut Safrudin, pembangunan jaringan irigasi air tanah ini sangat penting bagi masyarakat setempat.
Pasalnya, mayoritas penduduk di wilayah tersebut, itu menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani.
Selama ini, sumber pengairan untuk lahan persawahan mereka, itu hanya mengandalkan Dai Buliya dan Dai Hunggaluwa.
Namun, dengan kondisi kemarau yang terjadi saat ini, menyebabkan debit air dari kedua sumber itu mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Dengan adanya pembangunan JIAT, Safrudin berharap, kebutuhan air untuk area persawahan dapat lebih terpenuhi sehingga membantu para petani dalam menjaga produktivitas pertanian.
“Tentu dengan adanya irigasi yang dibangun ini, sangat membantu petani, khususnya bagi mereka petani sawah,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, program JIAT menjadi salah satu solusi bagi petani yang belum mendapatkan jaringan irigasi tersier untuk memperoleh akses pengairan bagi lahan pertanian mereka.
Ke depan, Safrudin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan penambahan titik pembangunan JIAT melalui koordinasi bersama Balai Sungai Wilayah II Gorontalo dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Insyaallah ke depan, kita akan berjuang secara bersama-sama untuk menambah melalui Balai Sungai dan juga Kementerian PU terhadap program JIAT ini,” pungkas legislator dapi Boliyohuto cs tersebut. (Beju)


