RELATIF.ID, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan program pasar murah akan digelar pada tahun ini.
Kepala Disperindag Kabupaten Gorontalo, Victor Asiku, mengungkapkan bahwa program tersebut telah mendapatkan alokasi anggaran untuk pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, mulai tahun ini Kabupaten Gorontalo sudah memiliki anggaran untuk pasar murah. Sesuai komunikasi dengan Pak Bupati, pelaksanaannya direncanakan pada pekan depan. Namun, untuk titik lokasi pelaksanaan masih menunggu arahan dan petunjuk dari Pak Bupati,” ujar Victor Asiku, Kamis (6/3/2025).
Program pasar murah tersebut, akan difokuskan pada komoditas yang terdampak, terutama terhadap empat komoditas utama yang mengalami kenaikan harga, yakni cabai merah, bawang merah, beras, dan telur.
Victor mengatakan, langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendukung upaya penuntasan kemiskinan di Kabupaten Gorontalo.
“Pasar murah ini memiliki tiga sasaran utama, yaitu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan membantu masyarakat miskin. Oleh karena itu, kami lebih fokus kepada mereka yang benar-benar terdampak,” jelasnya.
Untuk tahun ini, Disperindag Kabupaten Gorontalo telah menganggarkan sekitar 6.000 paket sembako yang akan disebar di beberapa titik.
Meskipun lokasi pastinya masih menunggu keputusan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Namun, pelaksanaan pasar murah ini dipastikan akan berlangsung selama bulan Ramadhan.
Victor menegaskan bahwa program ini akan menggunakan sistem kupon, agar distribusinya lebih tepat sasaran.
Selain itu, Disperindag Kabupaten Gorontalo akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, kecamatan, dan desa, terutama dalam kaitannya dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Kami berharap penerima kupon ini benar-benar berasal dari DTKS, sehingga bantuan bisa sampai kepada mereka yang berhak,” pungkasnya.
Penulis: Beju



