RELATIF.ID GORONTALO – Sebuah video anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu bersama seorang perempuan didalam mobil, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 43 detik itu, sontak membuat geger masyarakat Gorontalo.
Dimana, aleg dari Fraksi PDI-P tersebut, mengucapkan pernyataan kontroversial. Wahyudin mengatakan bahwa dirinya akan merampok uang negara agar negara menjadi miskin.
Menanggapi viralnya video itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo langsung menggelar rapat pemeriksaan terhadap Wahyudin Moridu pada Jumat (19/9/2025).
Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama dalam konferensi pers menyampaikan sejumlah poin hasil pemeriksaan klarifikasi terhadap Wahyudin.
“Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo telah melaksanakan rapat dalam agenda memanggil atau mengundang saudara Wahyudi Moridu sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo terkait dengan beredarnya vidio yang sudah viral,” ungkap Fikram saat konferensi pers di DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat malam (19/9/2025).
Ia menjelaskan, rapat dimulai sekitar pukul 20.00 WITA dan dihadiri Wakil Ketua BK, Umar Karim, serta anggota BK, Ekwan Ahmad.
Dalam rapat tersebut, Wahyudin Moridu ditanyai langsung soal video yang tersebar.
“Setelah kami membuka rapat, kami menyampaikan kepada Wahyudin Moridu, yang pertama kami pertanyakan kepada beliau, apakah saudara Wahyudin Moridu bersedia untuk dimintakan klarifikasi terhadap beredarnya vidio. Yang bersangkutan menyampaikan, siap, dalam keadaan sehat,” jelas Fikram.
Dalam pemeriksaan, Wahyudin mengakui bahwa dirinya memang yang berbicara dalam video tersebut, meski ia berdalih tidak mengetahui ucapan itu keluar.
“Yang bersangkutan menyampaikan, beliau tahu bahwa beliau yang bicara dalam vidio itu,” tutur Fikram.
Lebih lanjut, BK juga menanyakan soal kondisi Wahyudin saat berada dalam mobil pada video tersebut.
Fikram menegaskan, Wahyudin sendiri yang mengaku sedang mabuk usai mengonsumsi minuman keras.
“Yang bersangkutan menyampaikan bahwa dari semalam, dia minum minuman keras, sampai besok paginya itu ke bandara dia masih kondisi tidak sadar. Artinya dalam keadaan mabuk,” terang Fikram.
Ia menambahkan, meski biasanya hasil rapat bersifat internal, namun kali ini disampaikan ke publik atas persetujuan Wahyudin Moridu.
“Alhamdulillah beliau yang bersangkutan itu setuju untuk disampaikan. Jadi pada intinya yang bersangkutan itu menyampaikan bahwa dia dalam keadaan tidak sadar, dan dia tidak mengetahui bahwa itu di vidio,” kata Fikram.
Ia juga mengungkapkan, bahwa video tersebut direkam sejak Juni lalu, namun baru viral belakangan ini.
“Vidio itu dibuat di bulan Juni, yang viral sekarang ini,” pungkasnya. (Beju)



