RELATIF.ID, GORONTALO – Anton Pakaya menyatakan mundur dari pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Gorontalo.
Pernyataan tersebut ia sampaikan secara langsung di hadapan peserta dan unsur terkait dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (MUSORKOTLUB) yang digelar Selasa (30/12/2025).
Keputusan itu sontak membuat forum terkejut, mengingat Anton saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum KONI Kota Gorontalo sekaligus salah satu kandidat yang dinilai memiliki peluang kuat.
Meski begitu, keputusan yang ia ambil itu tidak didasari oleh tekanan maupun kepentingan tertentu, melainkan murni sebagai bentuk komitmen regenerasi kepemimpinan di tubuh KONI Kota Gorontalo.
“Saya memilih mundur dan tidak mencalonkan diri agar memberi ruang dan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda untuk memimpin dan membawa KONI Kota Gorontalo ke arah yang lebih progresif,” ucap Anton dalam forum MUSORKOTLUB.
Anton menilai, regenerasi kepemimpinan merupakan kebutuhan penting dalam organisasi olahraga, terutama untuk menghadapi tantangan pembinaan prestasi yang semakin kompleks di masa depan.
Menurutnya, peran generasi muda dengan gagasan segar dan semangat inovatif sangat dibutuhkan demi kemajuan olahraga di daerah.
Meski mundur dari pencalonan, Anton Pakaya menegaskan tetap berkomitmen mendukung kepengurusan KONI Kota Gorontalo ke depan serta siap memberikan kontribusi pemikiran dan pengalaman demi kemajuan olahraga di Kota Gorontalo.
Langkah Anton ini pun dipandang sebagai sinyal etis dalam dinamika organisasi olahraga, bahwa jabatan bukan semata soal kekuasaan, melainkan tentang keberlanjutan dan kepentingan jangka panjang pembinaan atlet dan prestasi di daerah. (Beju)



