RELATIF.ID, GORONTALO__LMI (Lembaga Manajemen Infaq) menyerahan infaq kepada guru ngaji yang mengajar baca dan tulis Al-Qur’an di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Al Mukhlisin.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada guru ngaji yang sudah bersedia membantu anak-anak di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo untuk belajar bacaan Al-Qur’an.
TPA yang menjadi salah satu tempat binaan LMI Gorontalo ini hingga kini hanya memiliki dua orang pengajar tetap dan satu intervensi dari LMI. Angka yang berbanding terbalik dari jumlah keseluruhan santri yang mencapai 60 anak.
Kurangnya tenaga pengajar di TPA itu membuat kegiatan belajar dan mengajar dirasa kurang maksimal. Hal itu dikarenakan guru ngaji berbeda dengan seorang karyawan yang memiliki gaji lebih banyak sehingga menimbulkan minimnya kemauan orang lain untuk menjadi tenaga pengajar TPA.
Dalam keterangan dari Perwakilan LMI Gorontalo, Kamis (09/03/2023), melalui teks pesan elektronik, pemberian infaq kepada guru ngaji menjadi salah satu usaha supaya setiap orang yang sudah baik bacaan Al-Qur’annya mau untuk berbagi ilmun kepada anak-anak dengan ikhlas.
“Bantuan infaq guru ngaji dapat berlanjut, karena TPA Al Mukhlisin kekurangan guru ngaji sehingga program LMI sangat membantu demo keberlangsungan belajar Al-Qur’an”, ungkap Hendra.
Dengan terlaksananya program ini, guru ngaji sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus juga bagian dari apresiasi kerja ikhlas mereka selama mengajar Al-Qur’an. Ugkapan rasa senang itu dirasakan oleh para guru ngaji ketika mendapatkan bantuan uang dalam bentuk infaq.
“Guru ngaji di TPA Al Mukhlisin mengucapkan banyak terima kasih kepada LMI dan donatur yang sudah memberikan infak terbaiknya untuk kami. Kami sangat bahagia dapat sentuhan program dari LMI ini. Semoga LMI semakin sukses dan bermanfaat bagi masyarakat”, kata salah satu guru ngaji di sana.(Win/Relatif.id).



