RELATIF.ID, GORONTALO__Momentum istimewa mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Duwanga ke-19. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi meresmikan infrastruktur Jalan Desa sekaligus menutup seluruh rangkaian Rakyat Fest 2026 di Desa Duwanga, Kecamatan Dungaliyo, Sabtu (26/09/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Gorontalo. Dua momentum tersebut dinilai memiliki makna kuat sebagai simbol pembangunan dan kebersamaan.
“Jalan adalah simbol pembangunan, sedangkan Rakyat Fest adalah simbol kebersamaan. Jalan membuka akses, memperlancar mobilitas, dan menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain. Sementara kebersamaan masyarakatlah yang menjadi kekuatan untuk menggerakkan pembangunan itu sendiri,” ujar Sofyan dalam sambutannya.
Rangkaian Rakyat Fest 2026 sendiri telah berlangsung dengan berbagai kegiatan olahraga, kegiatan sosial, dan pentas seni yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak, pemuda, orang tua, pemerintah desa, mahasiswa KKN, hingga Karang Taruna Lestari.

“Inilah sesungguhnya kekuatan sebuah desa. Ketika masyarakat bersatu, banyak hal yang sulit menjadi mudah. Ketika pemuda bergerak, desa menjadi hidup,” tegas Sofyan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Sofyan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKN Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Pemerintah Desa Duwanga, Karang Taruna Lestari, serta seluruh panitia, peserta, juri, relawan, dan aparat keamanan yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Khusus kepada mahasiswa KKN UNG, Pemkab berharap pengabdian yang telah dilakukan tidak berhenti saat meninggalkan desa.
“Jadikan pengalaman di desa sebagai bagian dari perjalanan pengabdian dan pembelajaran untuk membangun Indonesia di masa yang akan datang,” Pesannya.
Kepada Pemerintah Desa dan pemuda Duwanga, ia berpesan agar semangat Rakyat Fest tidak berhenti hari ini. Kegiatan olahraga, sosial, dan kreativitas seni harus terus hidup.
“Desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan fisik yang baik, tetapi juga desa yang masyarakatnya sehat, pemudanya aktif, kehidupan sosialnya kuat, dan kebudayaannya tetap hidup,”kata Sofyan.
Dirinya juga berpesan kepada pemuda untuk menjadi penggerak, bukan sekadar penonton, serta menjauhi kegiatan yang dapat merusak masa depan.
“Gunakan energi muda untuk olahraga, seni, kreativitas, kewirausahaan, dan kegiatan sosial. Karena pemuda hari ini adalah wajah Kecamatan Dungaliyo di masa depan,” tambahnya.
Terkait kompetisi dalam Rakyat Fest, ia mengingatkan agar kemenangan tidak membuat sombong dan kekalahan tidak membuat berhenti berjuang. Kemenangan terbesar adalah mampu menjaga persaudaraan.
Di akhir sambutan, Sofyan menegaskan komitmen Pemkab Gorontalo untuk terus mendorong pembangunan yang melibatkan masyarakat dan memberikan ruang luas bagi generasi muda untuk berkreasi.
“Pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang jalan, gedung, dan infrastruktur. Pembangunan juga harus berbicara tentang manusia. Sebaik apa pun infrastruktur yang kita bangun, semuanya harus bermuara pada satu tujuan, yaitu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,”tutup Sofyan.Rdx.



