RELATIF.ID – DPRD Kabupaten Gorontalo berduka cinta atas meninggalnya salah satu Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Alie Dj Polapa, salah figur terbaik dari Partai PDIP yang sudah periode ketiga menjadi perwakilan masyarakay dapil Batudaa Cs, dalam memperjuangkan segala bentuk keluhan dan aspirasi, melalui lembaga Legislatif.
Seperti halnya disampaikan oleh Iskandar Mangopa Aleg yang juga sudah 3 periode bersama-sama Almarhum mengawal program-program pemerintah melalui bangku DPRD, beliau menegaskan bahwa sosok Alie Polapa adalah figur terbaik yang patut dicontoh, karena beliau sangat intens jika berbicara soal kepentingan masyarakat tingkat bawah.
“Apa yang telah dilakukan oleh Pak Ali Polapa selama ini patut untuk di jadikan contoh. Beliau selama bertugas sebagai Aleg DPRD banyak melakukan terobosan demi kepentingan masyarakat, dan beliau juga selama ini tidak pernah cacat dimata masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu Ningsih Nurhamiden yang merupakan anggota Komisi II DPRD Kabgor, menambahkan, selama menjadi ketua Komisi II, Ali Polapa selalu memberikan masukan yang baik terhadap anggotanya, dan tidak membeda-bedakan karena semua dianggap sama sebagai Aleg DPRD Kabgor.
“Beliau adalah orang baik, dan selalu mengutamakan kepentingan orang banyak dari pada kepentingannya sendiri. Apalagi jika itu adalah kepentingan masyarakay, tentunya lebih diperhatikan, baik meneruskan Aspirasi maupun soal keluhan rakyat soal infra struktur kepentingan lainnya,” tambahnya.
Hal Senada Juga disampaikan Sahmid Nemu rekan se partai dengan Almarhum yang juga bersama-sama merupakan Aleg Dewan Kabupaten dimana menurutnya, secara pribadi Sahmid Hemu merasa kehilangan, karena beliau itu orang senantiasa bertanya meskipun kapasitas beliau sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Gorontalo.
Bahkan, ketika ada langkah-langkah, dikatakan Mantan Ketua DPRD periode 2014-2019, beliau selalu berkomunikasi dan berkoordinasi, sehingga Sahmid merasa kehilangan, karena beliau dalam mengelola organisasi partai ini dekat dengan siapa saja, tanpa memandang umur dan jabatan.
“Itulah pengalaman dengan almarhum. Apalagi di DPRD, beliau selalu komunikasikan dengan lintas fraksi terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan tunggal maupun internal fraksi,” pungkasnya.
Pewarta Dhedy Henga



