LingkunganPohuwato

P3A Bianio Apresiasi Kades Sejoli dan Kapolsek Popayato Barat Inisiasi Gotong Royong Normalisasi Sungai Molosipat

8
×

P3A Bianio Apresiasi Kades Sejoli dan Kapolsek Popayato Barat Inisiasi Gotong Royong Normalisasi Sungai Molosipat

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, MOLOSIPAT, SEJOLI__Perwakilan Perkumpulan Petani Pengelola Air (P3A) Bianio, Bapak Lusman Mortiga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih secara khusus kepada Kepala Desa Sejoli, Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah menginisiasi gerakan gotong royong normalisasi Sungai Molosipat. Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolsek Popayato Barat, Provinsi Gorontalo, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, serta seluruh masyarakat lingkar tambang yang telah berpartisipasi.

 

Menurut Lusman, inisiatif tersebut merupakan langkah nyata dalam membangun kepedulian kolektif terhadap sungai yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat di perbatasan Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Gorontalo.

 

“Atas nama P3A Bianio, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Sejoli yang telah menginisiasi gerakan gotong royong normalisasi Sungai Molosipat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Popayato Barat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, serta masyarakat lingkar tambang yang telah bergotong royong mengambil bagian dalam upaya menjaga sungai,” ujar Lusman Mortiga.

Ketua Perkumpulan Petani Pengelola Air (P3A) Bianio.

Ia berharap inisiatif Kepala Desa Sejoli tersebut dapat menjadi contoh bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya, khususnya yang berada di kawasan lingkar tambang di wilayah Gorontalo maupun Sulawesi Tengah.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan atau wacana, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Gotong royong normalisasi sungai menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengurangi penumpukan sedimentasi, membantu menjaga kelancaran aliran air, serta meminimalkan risiko dampak terhadap lahan pertanian dan masyarakat di wilayah hilir.

 

Terlebih saat ini masyarakat tengah mengalami musim kemarau yg panjang, ketika ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan pertanian. Pemeliharaan sungai diharapkan dapat mendukung pengelolaan sumber daya air secara lebih baik, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi sungai ketika musim hujan datang.

Menarik Untuk Anda :  Selain Desak Bupati Pohuwato Mundur Dari Jabatan, Orator Sebut Pemkab Sebagai Jubir PGP

 

“Kami berharap gerakan yang diinisiasi oleh Kepala Desa Sejoli ini tidak berhenti di sini. Semoga menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya di lingkar tambang, baik di Gorontalo maupun Sulawesi Tengah, untuk bersama-sama mengambil langkah nyata dalam menjaga lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat,” tambahnya.

 

Bagi P3A Bianio, kegiatan ini memperlihatkan bahwa persoalan sungai dan lingkungan tidak mengenal batas administratif. Dukungan Kepala Desa Sejoli dan Kapolsek Popayato Barat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam menjaga sumber daya alam yang manfaatnya dirasakan bersama.

 

“Sungai Molosipat boleh menjadi batas geografis antara dua provinsi, tetapi sungai ini adalah bagian dari kehidupan kita bersama. Menjaganya berarti turut menjaga penghidupan petani, kepentingan masyarakat di wilayah hilir, dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” tutup Lusman Mortiga.Rdx.