BeritaLingkunganProvinsi Gorontalo

Andi Taufik Sebut Nama Ci Mei Mencuat Dalam Pusaran Tambang Batu Gergaji, Wibawa Penegakan Hukum Dipertaruhkan

3
×

Andi Taufik Sebut Nama Ci Mei Mencuat Dalam Pusaran Tambang Batu Gergaji, Wibawa Penegakan Hukum Dipertaruhkan

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, GORONTALO__Aktivitas pertambangan batu gergaji di Kecamatan Suwawa, kembali menjadi sorotan tajam. Persoalan ini bukan sekadar menyangkut aktivitas pertambangan yang diduga bermasalah, melainkan juga menyentuh persoalan serius mengenai kewibawaan aparat penegak hukum dalam menjaga lokasi yang sebelumnya telah dipasangi garis polisi (police line).

Sorotan publik menguat setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi penerobosan dan perusakan garis polisi di kawasan pertambangan tersebut. Dalam informasi yang beredar, nama Ci Mei turut disebut dalam pusaran peristiwa itu.

Ironisnya, apabila benar garis polisi yang dipasang oleh aparat dapat diterobos dan dirusak tanpa konsekuensi hukum, maka persoalannya jauh lebih besar daripada sekadar pelanggaran di lokasi pertambangan. Ini menyangkut penghormatan terhadap proses hukum dan kewibawaan institusi kepolisian.

Sebagaimana rilis berita masuk ke redaksi media ini, Aktivis Gorontalo, Andi Taufik, menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius Polda Gorontalo. Menurutnya, aparat penegak hukum tidak boleh membiarkan munculnya kesan bahwa kekuatan modal dapat berdiri lebih tinggi daripada hukum.

Ia mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah lokasi yang telah dipasangi garis polisi justru diduga kembali diterobos, sementara publik masih menunggu kejelasan mengenai proses penanganan perkara di kawasan tersebut.

“Jika benar ada pihak yang dengan sengaja menerobos dan merusak police line yang dipasang aparat, maka tindakan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Hukum harus ditegakkan tanpa melihat siapa orangnya, seberapa besar modalnya, ataupun seberapa kuat pengaruhnya,” tegas Andi Taufik.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana proses pemeriksaan terhadap Ci Mei terkait dugaan konflik antarkelompok yang terjadi di kawasan pertambangan Batu Gergaji. Menurutnya, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut agar tidak muncul spekulasi Kong kalikong antara aparat dan pelaku.

Menarik Untuk Anda :  Oknum Anggota DRPD Kabupaten Gorontalo Diduga Selingkuh, Mahasiswa Tuntut Badan Kehormatan

Andi Taufik turut melontarkan kritik keras terhadap penanganan persoalan tambang Batu Gergaji. Ia mengingatkan agar Polda Gorontalo tidak membiarkan berkembangnya persepsi di tengah masyarakat bahwa aparat seolah tidak berdaya ketika berhadapan dengan kepentingan pemodal tambang.

Baginya, institusi kepolisian harus membuktikan bahwa penegakan hukum tidak dapat dinegosiasikan oleh kepentingan ekonomi maupun kekuatan modal.

“Jangan sampai masyarakat memiliki kesimpulan bahwa hukum bisa dipermainkan oleh mereka yang memiliki uang dan kekuasaan. Polda Gorontalo harus menjawab keraguan publik melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan,” ujar andi

Di sisi lain, situasi di kawasan pertambangan Batu Gergaji dinilai memiliki potensi memicu konflik yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara serius. Riwayat ketegangan antarkelompok, ditambah persoalan penerobosan garis polisi yang kini menjadi sorotan, merupakan kondisi yang tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa pengawasan.

Andi Taufik memperingatkan bahwa pembiaran terhadap persoalan tersebut berpotensi memperkeruh keadaan dan membuka ruang terjadinya benturan antarkelompok.

Ia menegaskan, negara tidak boleh menunggu sampai ada korban jiwa baru kemudian mengambil langkah tegas. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Atas persoalan tersebut, Andi Taufik mendesak Polda Gorontalo untuk segera mengambil langkah konkret dan transparan. Ia meminta aparat agar segera menangkap dan memeriksa Ci Mei atas dugaan penerobosan serta perusakan police line, termasuk mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat.

Selain itu, ia meminta agar aktivitas pertambangan Batu Gergaji segera dihentikan dan lokasi tersebut kembali ditutup sampai seluruh proses pemeriksaan hukum serta aspek perizinan dan keselamatan dinyatakan jelas. (Beju)