RELATIF.ID, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi, bertempat di ruang Madani Kantor Bupati pada Selasa (4/3/2025).
Rapat koordinasi itu digelar guna membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan.
Penertiban pedagang kue diberbagai titik
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi mengatakan, dalam rapat tersebut, pembahasan diawali dengan dinamika ekonomi masyarakat selama Ramadan, terutama terkait meningkatnya aktivitas pedagang yang berjualan kue di berbagai lokasi.
“Rapat koordinasi bersama forkopimda hari ini dilaksanakan, karena pertama kita menjalankan bulan Ramadhan ini yang sudah tentunya melihat ekonomi masyarakat,” ujar Sofyan.
Meskipun hal ini menggerakkan perekonomian, menurut Sofyan, keberadaan pedagang yang ada di sejumlah titik, berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Pedagang yang berjualan kue di mana-mana ada, dan pasti itu sedikit mengganggu kelancaran lalu lintas dan sebagainya,” katanya.
Oleh karena itu, Sofyan menilai, bahwa perlu pengaturan yang lebih baik agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.
Pembukaan pasar senggol
Selanjutnya, pemerintah daerah juga membahas rencana pembukaan Pasar Senggol dalam waktu dekat ini.
Sofyan berharap, bahwa pasar senggol dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Namun, penyelenggaraannya membutuhkan koordinasi dan kolaborasi erat antara berbagai pihak, terutama dalam aspek pengaturan lokasi dan pengendalian arus lalu lintas agar tetap tertib.
“Kemudian ada pasar senggol, kedepan kita akan buka, kemudian ada kegiatan-kegiatan yang lain. Nah, ini butuh koordinasi, kolaborasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah,” tutur Sofyan.
Dalam kesempatan tersebut, ungkap Sofyan, pihak Forkopimda turut memberikan berbagai masukan terkait penanganan permasalahan yang muncul, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan zonasi pedagang.
“Tadi mereka memberikan masukan-masukan yang baik terhadap penanganan-penangan itu, baik pengaturan lalulintasnya, pengaturan pedagangnya dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Masukan ini kemudian menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah strategis demi menciptakan kondisi yang kondusif selama Ramadan.
Iklim cuaca/curah hujan
Selain itu, rapat juga menyoroti kondisi cuaca dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini.
“Yang kedua, situasi iklim, curah hujan yang hari ini,” jelas Sofyan.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah dan Forkopimda telah menyusun strategi mitigasi bencana, khususnya dalam menghadapi potensi banjir.
“Sehingga kemungkinan juga kita mengantisipasi. Kalau toh insyaallah tidak ada,” imbuhnya.
Meski diharapkan tidak terjadi, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas agar dampak bencana dapat diminimalisir.
“Kalau toh ada bencana banjir misalnya akan melanda daerah ini, tapi kita sudah antisipasi lebih awal,” harapnya.
Program makan bergizi gratis
Terakhir, Sofyan menambahkan, bahwa dalam rapat juga membahas program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat di wilayah Gorontalo.
“Kemudian, hal-hal yang lain juga disampaikan terhadap program-program pemerintah pusat yang dilaksanakan di Provinsi dan Kabupaten Gorontalo,” tambahnya
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemberian makanan bergizi gratis yang telah ditetapkan di tiga titik di Gorontalo, termasuk salah satunya di Kabupaten Gorontalo.
“Contohnya misalnya pemberian makanan bergizi gratis, itu dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Lokasinya di Gorontalo ada tiga titik, satu titiknya di kabupaten Gorontalo,” tukas Bupati Gorontalo Baru, Sofyan Puhi.
Dengan adanya koordinasi tersebut, maka pemerintah daerah dan Forkopimda berharap sinergi antar instansi dapat semakin diperkuat guna menjaga ketertiban, kelancaran, dan kesejahteraan masyarakat selama Ramadan dan seterusnya.
Penulis: Beju



