kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaBone BolangoBudaya

Peringati Hari Asyura 1448 Hijriah, Semarak Apangi dii Bone Bolango Siap Digelar

5
×

Peringati Hari Asyura 1448 Hijriah, Semarak Apangi dii Bone Bolango Siap Digelar

Sebarkan artikel ini
Kue apangi atau kue apem khas Gorontalo yang disajikan saat hari Asyura (Foto: Liputan6)

RELATIF.ID, Bone Bolango – Setiap daerah di Gorontalo memiliki tradisi dan kekhasan budayanya masing-masing, termasuk dalam hal kuliner.

Jika di Kabupaten Gorontalo dikenal dengan tradisi Tutulu, maka masyarakat Kabupaten Bone Bolango memiliki tradisi Apangi, kue khas Gorontalo yang selalu hadir dalam peringatan Hari Asyura 10 Muharam.

Dinosaur

Tahun 1448 Hijriah atau 2026 Masehi ini, menjadi kesembilan kalinya Semarak Apangi dilaksanakan, sebuah tradisi keagamaan yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Bone Bolango.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan pemerintah setempat, tetapi juga Kelompok Masyarakat Pemuda Kreatif Perbatasan Kelurahan Pauwo dan Kelurahan Tumbihe (Kompak Perpat) Kecamatan Kabila.

Rapat persiapan pelaksanaan.

Kepastian pelaksanaan kegiatan tersebut diputuskan dalam rapat pemantapan yang dihadiri jajaran pengurus, anggota, serta perwakilan Bidang Penggerak Pemberdayaan Komunitas Perempuan (P2KP) Kompak Perpat. Rapat berlangsung di kediaman Mislan Tomelo, Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Rabu malam (17/6/2026).

Dengan mengusung tema “Semangat Asyura, Tradisi Apangi, Sinergi Ukhuwah dalam Keberagaman Masyarakat”, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 atau malam Kamis, mulai pukul 19.30 WITA. Acara ini akan dipusatkan di halaman rumah Djafar Tomelo, Kelurahan Tumbihe.

Ketua Umum Kompak Perpat Kabila, Suleman Adadau, menegaskan bahwa tradisi keagamaan tersebut perlu terus dijaga sebagai perekat sosial sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat.

“Semarak Apangi bukan sekadar seremonial tahunan atau pembagian kue adat semata. Ini merupakan momentum sakral untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat tali silaturahmi, khususnya bagi masyarakat Kelurahan Pauwo dan Tumbihe,” ujar Suleman.

Melalui sinergi ukhuwah, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman masyarakat justru menjadi modal utama dalam membangun lingkungan yang harmonis dan kreatif,” tambahnya.

Menarik Untuk Anda :  Perpustakaan Desa di Kabila Dominasi Lomba Tingkat Kabupaten Bone Bolango 2026, An-Nur Poowo Raih Juara I

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dan kaum perempuan menjadi motor penggerak utama pelaksanaan Semarak Apangi ke-9 tahun ini.

“Tahun ini, Bidang P2KP Kompak Perpat mengambil peran penting sebagai penyelenggara. Kami ingin memastikan partisipasi perempuan dan pemuda terus meningkat dalam agenda sosial keagamaan,” katanya

“Selain zikir, doa bersama, dan penyampaian hikmah Asyura, acara juga akan dimeriahkan dengan lomba hadrah serta berbagai hiburan Islami lainnya,” ungkapnya.

Terkait dengab pembiayaan kegiatan, panitia mengandalkan sistem pendanaan berbasis kebersamaan dan keterbukaan. Sumber dana diharapkan berasal dari partisipasi pengurus dan anggota Kompak Perpat, swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, serta dukungan donatur dan sponsorship yang tidak mengikat.

Sebagai tindak lanjut hasil rapat, panitia mengimbau seluruh pengurus dan anggota yang memiliki kesempatan untuk bersama-sama melakukan penggalangan dana. Penyebaran proposal dan aksi kotak amal dijadwalkan mulai dilaksanakan secara serentak pada Jumat (19/6/2026).

Semarak Apangi ke-9 rencananya akan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, unsur kecamatan dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Mereka akan berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan sekaligus menikmati hidangan kue apangi dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312