RELATIF.ID, GORONTALO__Kawasan Kelurahan Talumolo mulai di tata dengan baik dan sejuk dengan sebutan SANTORINI (Kawasan Talumolo Rindang dan Indah) sehingga tujuannya kawasan ini akan jauh dari wilayah kumuh yang ada di Kota Gorontalo.
Dan saat ini rencana penataan ini mulai dilakukan setelah PT. Rancang Bangun Mandiri (RBM) dinyatakan sebagai pemenang pada pekerjaan proyek penataan kawasan kumuh.
Untuk memulai pekerjaan dilakukan penandatanganan kontrak antara PT. Rancang Bangun Mandiri (RBM), Yang di tandatangin langsung oleh Direktur Arif Rahman S.T selaku pelaksana proyek, dengan Balai Prasarana Pemukiman Provinsi Gorontalo dan selanjutnya dilanjutkan dengan pengecekan kesesuaian antara gambar dengan kondisi di lapangan, Kamis (23/02/2023).

Setelah kawasan bantaran sungai di kawasan Talumolo itu di sulap menjadi kawasan dengan unsur wisata air dan kuliner, Talumolo kembali akan diperindah lagi dengan jalan penataan pemukiman di sekitar lokasi baik itu Jalan, Pedestrian, Stadiun, ex. Pasar ikan, Dermaga, kawasan kuliner, tanggul, drainase dan sanitasi.
Proyek menggunakan dana APBN senilai lebih dari Rp. 25 miliar ini mulai dikerjakan selama 300 hari kalender.
Kepada awak media, Mulyo, S.T selaku Tenaga Ahli PT. RBM menjelaskan, tahap awal sebelum dilakukan pekerjaan itu, pihak perusahaan bersama Pemerintah Kota Gorontalo, dinas terkait, konsultan serta masyarakat setempat melakukan peninjauan di lapangan untuk mengklarifikasi kesesuaian antara denah gambar proyek yang akan dikerjakan dengan kondisi di lapangan.
“Dari peninjauan itu kita akan melihat bersama kondisi di lapangan itu seperti apa, Karena itu yang akan menjadi dasar kita untuk pekerjaan di awal”,Jelasnya.

“Hasi-hasil itu nanti kita akan sepakati bersama. Contohnya existing lebar jalan. Misalnya kondisi existing jalan dan tanggul dan juga yang terdampak terhadap rumah rumah warga, dan misalnya juga kondisi dermaga saat ini dengan rencana yang barun, kondisi Drainase saat ini dengan yang akan di terapkan. Maka ini menjadi poin yang akan kita sepakati bersama,” tambah Mulyo.
Selain jalan, beberapa item lainnya seperti kondisi pintu air kawasan , saluran juga tak luput dari peninjauan itu.
“Selain itu juga kegiatan kita hari ini untuk menentukan batas-batas mana yang akan kita kerjakan dan mana yang tidak. Misal batas terkait dengan lahan masyarakat. Agar tidak menimbulkan ketersinggungan ketika pekerjaan ini akan dilaksanakan,” Paparnya.

Karena wilayah yang akan dikerjakan itu masuk di wilayah balai Sungai, maka kata Mulyo dengan kehadiran dari instasi itu juga termasuk untuk menentukan batas mana yang dikerjakan dan mana yang tidak boleh.
“Jangan sampai kita melebihi batas yang ditentukan oleh pihak balai Karena ini merupakan kawasan, hal ini adalah salah satu langkah awal komitmen kami dalam memberikan Mutu yang terbaik dan Waktu yg Tepat, Garis besarnya giat kita kali ini kurang lebihnya seperti klarifikasi di lapangan,” kata Mulyo.(Win/Relatif.id)



