RELATIF.ID, GORONTALO__Puluhan siswa SDN 11 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, mengalami mual, sakit perut, dan muntah-muntah usai menyantap makanan program MBG pada Kamis (21/05/2026) pagi.
Berkaitan dengan peristiwa ini, Kepala SDN 11 Telaga Biru, Aten Radjak Kadir mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.30 Wita. Sebanyak 23 siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Telaga Biru setelah mengeluh sakit perut dan muntah.
“Kami di SDN 11 Telaga Biru tadi pada pukul 09.30 Wita ada beberapa siswa sekitar 23 siswa yang mengalami mual, sakit perut dan muntah-muntah. Kemudian kami dari pihak sekolah berupaya membawa mereka ke Puskesmas Telaga Biru,”jelas Aten kepada awak media.
Menurutnya, dari 153 porsi MBG yang diantar setiap hari, hanya 23 siswa yang mengalami keluhan. Gejala muncul tak lama setelah mereka mengonsumsi makanan tersebut.
“Setelah menyantap MBG mereka sakit perut, mereka muntah, keluar makanan yang sudah disantap,”Ungkapnya.
Lebih lanjut, Aten menduga penyebabnya berasal dari buah pepaya dalam paket MBG yang sudah tidak layak konsumsi. Pihak sekolah langsung menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat kejadian.
“Kami ber prediksi itu dari makanan yang mereka santap, ada buah yang sudah tidak layak dimakan, karena tadi itu ada buah pepaya,”Paparnya.
Saat ini sebagian besar siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis. Hanya satu siswa kelas 1 yang masih berada di klinik karena baru menunjukkan gejala pada siang hari.
“Hanya saja masih 1 orang berada di klinik, itu yang kelas 1. Karena kelas 1 ini hingga jam 11 belum ada reaksi apa-apa. Nanti setelah kami kembali ke sekolah pukul 12.15, kami ditelepon ortunya bahwa anaknya sudah dilarikan ke klinik,” ungkap Aten.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo juga telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel makanan.
“Kemudian dari Dinas Kesehatan Provinsi juga sudah turun mengambil sampel makanan itu. Insya Allah apa yang diduga sementara itu tidak benar,”tutur Aten.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari pihak SPPG maupun Yayasan.Rdx.



