RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Rencana peningkatan status RSUD Toto Kabila diproyeksikan naik dari tipe C menjadi tipe B.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menargetkan pengembangan tersebut dapat memperkuat layanan kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rujukan ke luar daerah.
Target itu disiapkan melalui pembenahan berbagai aspek di RSUD Toto Kabila, mulai dari ketersediaan tenaga medis, dokter spesialis, fasilitas rumah sakit, hingga kualitas pelayanan kepada pasien.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile mengatakan, peningkatan status rumah sakit harus memberikan perubahan nyata terhadap pelayanan yang diterima masyarakat.
Hal itu disampaikan Ismet saat membuka Kick Off Re-Akreditasi RSUD Toto Kabila, Jumat (11/9/2026).
Menurut Ismet, perubahan status dari tipe C menjadi tipe B akan membawa konsekuensi terhadap kebutuhan dan standar pelayanan rumah sakit. Namun, di sisi lain, peningkatan tersebut juga membuka peluang bagi rumah sakit untuk memperoleh dukungan yang lebih besar dari pemerintah pusat.
“Dengan ditingkatkannya tipe rumah sakit ini dari tipe C menjadi tipe B, maka akan banyak yang berubah. Terutama pada tingkat alokasi dana dari pusat dan peningkatan layanan kepada masyarakat,” ujar Ismet.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Bone Bolango menyiapkan dukungan melalui APBD 2027. Anggaran tersebut akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan rumah sakit sekaligus memperkuat fasilitas yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien.
“Saya akan back up pada APBD tahun 2027. Ini sudah menjadi wajib hukumnya bagi saya selaku bupati untuk meningkatkan pelayanan,” tegasnya.
Salah satu perhatian utama Ismet adalah ketersediaan dokter spesialis. Ia meminta manajemen RSUD Toto Kabila membangun kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran maupun rumah sakit pendidikan.
Menurutnya, penguatan tenaga spesialis menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan rumah sakit. Dengan semakin lengkapnya layanan spesialistik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh lebih banyak jenis pelayanan di dalam daerah tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit di luar Bone Bolango.
Selain sumber daya manusia, pembenahan fasilitas fisik juga menjadi perhatian. Ismet meminta bangunan, tata ruang hingga interior rumah sakit ditata dengan lebih baik agar memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga.
Ia juga menyoroti pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pasien yang telah selesai menjalani pemeriksaan dan membutuhkan rawat inap diminta segera dipindahkan ke ruang perawatan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penumpukan pasien di IGD sehingga pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan dapat tetap berjalan optimal.
Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa bersama jajaran terkait diminta mengawal proses pembenahan RSUD Toto Kabila. Termasuk memastikan kebutuhan pengembangan rumah sakit menjadi bagian dalam penyusunan APBD 2027.
Bagi Ismet, peningkatan status rumah sakit tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen re-akreditasi maupun perubahan status administratif. Peningkatan kelas harus diikuti dengan perbaikan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Harus dilakukan agar tingkat pelayanan itu benar-benar bisa memuaskan rakyat,” tandasnya. (Beju)



