RELATIF.ID, GORONTALO – Lapangan Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, mulai semarak dengan digelarnya Turnamen Huidu Cup 2025 yang dibuka pada Kamis (25/9/2025).
Ajang olahraga ini berlangsung selama 41 hari ke depan, hingga menjadi tontonan panjang masyarakat pecinta sepak bola di Kabupaten Gorontalo.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Pj. Kepala Desa Huidu, Eman Sahami menyebutkan bahwa persiapan turnamen sudah dimatangkan lewat rapat technical meeting pada Sabtu (20/9/2025) kemarin.
Tercatat, sebanyak 32 tim dari berbagai desa dan kelurahan se-Kabupaten Gorontalo ikut ambil bagian dalam Turnamen Huidu Cup tahun ini.
“Turnamen Huidu Cup ini kami hadirkan untuk menjadi ruang kompetisi yang sehat bagi para pemuda desa,” ujar Eman.

Ia berharap turnamen ini bisa menjadi wadah kompetisi sehat bagi pemuda, sekaligus hiburan untuk masyarakat.
“Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta sepak bola yang bisa mengharumkan nama daerah,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengajak warga untuk bersama-sama menyukseskan turnamen ini.
“Sebagai pemerintah desa dan panitia, saya mengundang seluruh warga Desa Huidu untuk menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita jadikan Huidu Cup ini sebagai pesta rakyat bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo, khususnya warga Desa Huidu yang saya cintai,” tandasnya.
Turnamen Huidu Cup 2025 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur.

Dalam arahannya, Sugondo menekankan pentingnya sportivitas di lapangan, baik oleh pemain maupun perangkat pertandingan.
“Tegakkan sportivitas. Dengan itu insyaallah Huidu Cup berjalan sukses dan lancar. Para wasit juga harus menjaga independensi dalam mengarahkan jalannya pertandingan,” pesan Sugondo.
Ia menambahkan, turnamen ini diharapkan bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola muda untuk level yang selanjutnya.
“Tidak hanya pemain, masyarakat juga diharapkan menjaga keamanan dan ketertiban demi kesuksesan Huidu Cup yang kita cintai bersama,” tutupnya.
Dengan semangat pemuda yang terus berkobar menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-97, Huidu Cup menjadi bukti bahwa desa pun mampu menghadirkan ruang kompetisi yang mempersatukan masyarakat melalui olahraga. (Beju)



