RELATIF.ID, GORONTALO__ Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, Daerah Pemilihan (Dapil) Limboto-Limboto Barat, Nomor urut dua, Alfian Biga sisir tiga Kelurahan di Kecamatan Limboto, Rabu (10/01/2023).
Adapun 5 Kelurahan yang menjadi lokasi kampanye banteng muda dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) tersebut yaitu, Kelurahan Bongohulawa, Kelurahan Biyonga, Kelurahan Polohungo, Kelurahan Kayumerah dan Kelurahan Balihuwangga.
Melalui kampanye ini, Alfian Biga tidak sendiri tapi juga ditemani kader partai lainnya yang juga Caleg seperti, H. Suyuti Caleg DPRD Provinsi Gorontalo Nomor urut 2 dan Ibu Asni U. Menu nomor urut 1 juga Novalandy Gani.

Kampanye di dalam kandang sendiri, Alfian terlihat bebas berlenggak-lenggok layaknya sang senator. Tak tanggung-tanggung seluruh masyarakat pun terlihat antusias mendengar pidato politiknya.
Sesekali terdengar suara teriakan “Maju Banteng, mamogandiapo.” Teriakan tersebut bisa diartikan bentuk kekecewaan masyarakat pada orang-orang sebelumnya yang sempat diamanatkan jabatan.
Membawa Missi ‘Muda Berani’ Aktivis jebolan kampus perjuangan itu yakin dan percaya bahwa kaum mudah mampu membangun dan membawa daerah ke arah yang lebih baik lagi.
“31 tahun saya hidup di kelurahan Biyonga, saya tau persis apa yang terjadi di 3 kampung ini, tidak ada program yang menyentuh kampung kami sudah menjadi hal yang biasa,” paparnya.
Alfian pun pada orasinya menolak keras adanya politik uang (money politik) yang sudah menjadi tabiat buruk di setiap perhelatan politik lima tahunan.
“Berapa ribu jiwa yang berada di kampung-kampung dibuat melarat hanya dengan nominal uang Rp.50 ribu, dan itu dirasakan masyarakat selama lima tahun,” tegasnya.
“Kalo hanya nominal begitu saya pun bisa melakukan, namun kedepannya apa yang harus saya lakukan, kedepan mau jadi bagaimana,” lanjut Alfian.
Isu yang dimainkan lawan saat ini bahwa Alfian Biga tidak serius untuk bertarung di pileg nanti pun dibantah dengan cerdas.
“Sekarang saya diisukan tidak serius untuk bertarung, dan itu adalah siu murahan yang dimainkan oleh lawan. Selagi warga dikampung saya masi dalam penderitaan, haram bagi saya untuk mundur.” Tegasnya.
Terlahir dari Keluarga sederhana yang memiliki keinginan untuk membangun Daerah menjadi satu dari beberapa alasan dirinya harus turun kedunia politik.
“Saya disini tidak menjanjikan kehidupan mewah untuk rakyat, tapi saya disini menjanjikan hak rakyat yang seharusnya diterima,” tutup Alfian.
Pewarta : Beju



