RELATIF.ID, GORONTALO – Direktur Rumah Sakit Boliyohuto dr. Imelda Mohamad angkat bicara tanggapi informasi yang beredar bahwa belum adanya pembayaran gaji bagi tenaga kesehatan di RSUD Boliyohuto.
Menurutnya, bahwa untuk insentif atau gaji tenaga kesehatan di RSUD Boliyohuto semua sudah terbayarkan hingga bulan Desember tahun 2024 dan tidak ada lagi yang belum menerima.
Hanya saja yang menjadi kritikan dari aktivis adalah janji salah satu anggota DPRD yang katanya akan memberikan reward/penghargaan kepada tenaga kesehatan atas dedikasi mereka selama bekerja melayani masyarakat.
Lebih lanjut pihaknya memperjelas bahwa insentif yang dimaksud bukan termasuk dalam gaji namun merupakan kebesaran hati dari anggota DPRD yang kebetulan merupakan putra asli Boliyohuto.
“Perlu saya luruskan, karena ketika melihat isi kritikan yang ada bahwa tenaga kesehatan di RSUD Boliyohuto sudah tiga bulan tidak menerima gaji. Padahal mereka semua sudah menerima gaji hingga Desember”,kata dr. Imelda melalui klarifikasinya. Selasa (21/01/2025).
“Kemungkinan yang jadi sorotan mereka ini adalah janji dari salah satu anggota DPRD yang akan memberikan reward berupa insentif kepada tenaga abdi kesehatan di Boliyohuto yang belum terealisasi”, Lanjut dr. Imelda.
Dirinya menegaskan, bahwa janji dari anggota DPRD tersebut tidak termasuk dalam gaji namun merupakan reward dan untuk nominal disesuaikan dengan keikhlasan dari anggota DPRD tersebut.
“Dan perlu diketahui bahwa anggota DPRD tersebut sudah berjanji kepada kami akan memberikan reward tersebut diakhiri bulan Januari nanti. Jadi sekali lagi saya menyampaikan ini bukan gaji”, Tegasnya.
“Tidak ada nominal tertentu untuk reward yang akan diberikan, sehingga sekali lagi ini bukan gaji”, tutup direktur RSUD Boliyohuto.
(Beju)



