kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
Kabupaten Gorontalo

Warga Desa Huidu Keluhkan Pekerjaan Jalan, Muhtar Mohune: Kami Akan Menderita Penyakit ISPA

225
×

Warga Desa Huidu Keluhkan Pekerjaan Jalan, Muhtar Mohune: Kami Akan Menderita Penyakit ISPA

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, GORONTALO__Warga Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo keluhkan terkait pekerjaan jalan yang ada di wilayah itu, Sabtu (15/01/2022).

Saat ini masyarakat menunggu proses pengaspalan di ruas jalan AK. Luneto-Ombulo dengan nilai kontrak Rp. 7.987.343.188,20,- waktu pelaksanaan 114 (Seratus empat belas) hari kalender. Pelaksana CV. Bangun Jaya.

Papan informasi pekerjaan jalan AK. Luneto-Ombulo, Kecamatan Limboto Barat.

Bahkan untuk meminimalisir debu dari akibat jalan yang tidak kunjung dilakukan pengaspalan itu, warga meletakkan tanaman dan kayu untuk memberikan tanda pada pengendara agar tidak memacu kecepatan.

Menurut Rosmin Ndui, warga Dusun III, Desa Huidu itu, kalau pekerjaan ini tidak akan berlanjut yang ada warga di desa itu akan terserang penyakit. Buktinya, sudah beberapa warga yang menerima dampak akibat terbengkalainya pekerjaan itu.

“Warga di sini sudah pada batuk. Itu karena sering terima debu dari jalan. Setiap hari kita terus begini pak,”Ujarnya saat di wawancarai, Jumat (14/01/2022).

Warga melakukan penyiraman jalan untuk meminimalisir debu.

Tak hanya itu, Rosmin Ndui tegas mengatakan mendingan jangan ada pekerjaan jalan kalau ending dari pekerjaan ini terbengkalai seperti sekarang.

“Tidak tahu mereka yang bekerja sudah pada lari kemana. Buktinya, jalan ini tidak lagi ada pekerjaan,”Tegasnya.

Keluhan yang sama disampaikan Yanti Daud warga Dusun III. Yanti yang merupakan penjual gorengan di wilayah itu merasa kesusahan dengan adanya debu yang terus menerus ada disekelilingnya. Akibatnya, dagangannya tidak akan laku.

“Hari-hari saya semprot dengan air jalanan pak. Biar tidak banyak debu dan dengan begitu dagangannya bisa laku,”Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Huidu, Muhtar Mohune membenarkan jika sudah ada masyarakat yang mengeluh terkait pekerjaan jalan itu karena mereka takut jangan sampai akibat dari debu tersebut dapat menyebabkan penyakit.

Menarik Untuk Anda :  Sambut Hari Sumpah Pemuda ke-97, Turnamen Huidu Cup 2025 Resmi Bergulir

“Kita saat ini dipacu oleh pemerintah pusat sampai daerah untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19, maka kalau tidak cepat ditugaskan pekerjaan jalan ini jelas kami akan menderita penyakit ISPA karena debu. Sehingga itu yang harus bisa diantisipasi oleh kontraktor maupun Pemerintah Daerah”,Ungkapnya.

Kepala Desa Huidu, Muhtar Mohune saat di wawancarai awak media.

Dirinya memaparkan, Saat dimulai pekerjaan kontraktornya melapor bahwa mereka dari Bandung Jawa Barat. Menurut pengakuan dari kontraktor pekerjaannya dua Sekmen, pertama lebar 6 meter arah Desa Ombulo. Sementara Sekmen kedua lebar 3,5 meter arah ke Desa Tunggulo, ditambah pekerjaan saluran air di kedua sisi jalan.

“Namun hingga saat ini, Sekmen pertama belum selesai, Sekmen kedua belum tersentuh sama sekali. Menurut kabar bahwa pekerjaan ini multiyears, namun saya lihat dipapan proyek target 114 hari sejak Agustus 2021,”papar Muhtar Mohune.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Relatif.id sementara berupaya mendapatkan klarifikasi dari Pelaksana CV. Bangun Jaya dan Dinas terkait.(Win/Relatif.id)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312