RELATIF.ID, GORONTALO___Buntut penutupan jalan Desa oleh masyarakat yang menjadi akses perusahaan pabrik gula membuat Serikat Pekerja PT. PG. Gorontalo temui Wakil Bupati Gorontalo, Hendra Hemeto. Rabu (08/02/2023).
Dalam pertemuan itu pihak Serikat Pekerja Pabrik Gula menerangkan, jika kedatangan mereka merespon adanya penutupan akses jalan oleh masyarakat dan kepala desa yang ada di Kecamatan Tolangohula.
“Sebenarnya kami belum memiliki rencana untuk menghadap ke Bupati maupun Wakil Bupati Gorontalo hanya karena tadi sekitar jam 11 ada publikasi berkaitan dengan penutupan jalan”, ujar ketua Serikat Pekerja Pabrik Gula, Yervan Bilondatu saat di wawancarai.

Dirinya menginginkan agar pemerintah daerah segera mungkin turun untuk mencarikan solusi atas masalah ini.
“Karena kalau dilakukan penutupan jalan ini akan menghambat proses produksi dan kalau produksi terhambat maka upah karyawan juga otomatis terhambat”, terang Yervan.
Dan menanggapi ketidak hadiran General Menejer PT. PG. Gorontalo, Yervan Bilondatu menegaskan, jika saat ini pimpinan perusahaan memang tidak berada di Gorontalo.
“Saat ini beliau (general menejer.red) sedang berada di luar daerah sehingga diharapkan solusi yang nantinya lahir tidak merugikan perusahaan maupun masyarakat,” Tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Doni Lahatie menjelaskan, untuk pertemuan dengan Serikat Pekerja PT. PG. Gorontalo merupakan rangkaian rapat dengan DPRD sebelumnya.
“Harapannya masalah ini bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat antara perusahaan, masyarakat dan pemerintah Desa.” Jelasnya.
Mantan kepala Dinas PU-PR Kabupaten Gorontalo ini berharap kedepannya akan terbangun hubungan simbiosis mutualisme antara perusahaan dan masyarakat juga pihak lainnya.
“Nantinya ini akan kita selesaikan secara musyawarah mufakat dan tidak ada nantinya yang merasa dirugikan, olehnya semua pihak harus duduk bersama. Dan sesuai arahan pak Wabup tadi beliau sudah memerintahkan Camat untuk lakukan pendekatan secara persuasif”, ungkap Doni Lahatie.(Win/Relatif.id).



