RELATIF.ID, GORONTALO – Di penghujung tahun tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melaksanakan dua agenda besar sekaligus.
Dua agenda besar yang dilaksanakan itu ialah pelantikan pejabat struktural dan pengukuhan ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Pagi: Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Dengan Konsep Spritualitas
Pada Jumat pagi (19/12/2025), pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Masjid Agung Baiturrahman, Limboto.
Prosesi ini menggunakan konsep spiritual sebagai pengingat bahwa jabatan adalah amanah yang mengandung tanggung jawab moral dan religius.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat struktur birokrasi sekaligus menanamkan nilai integritas dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Sore: Ribuan PPPK Dilantik di Bawah Guyuran Hujan
Masih di hari yang sama, sore harinya Pemerintah Kabupaten Gorontalo melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) secara simbolis kepada 3.013 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Ditengah-tengah jalannya prosesi pengukuhan ini, tiba-tiba hujan turun dan mengguyur lapangan Kantor Bupati Gorontalo. Tempat para pegawai di kukuhkan.
Meski cuaca kurang bersahabat, ribuan PPPK tetap berdiri mengikuti rangkaian prosesi hingga selesai.
Kondisi tersebut justru menambah kesan haru dan sakral pada momen pelantikan yang telah lama dinanti.
Penantian Panjang yang Berbuah Kepastian
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang turut memimpin jalannya pengukuhan ini, mengapresiasi kesabaran dan komitmen para PPPK yang telah lama mengabdi meski berada dalam ketidakpastian status.
Menurutnya, pelantikan di penghujung tahun 2025 ini merupakan jawaban atas doa, kesetiaan, dan loyalitas para pegawai kepada pemerintah daerah.
“Ini proses yang sangat panjang, melelahkan, dan bahkan menguras emosi. Tapi penantian itu pasti, dan hari ini tiba juga,” ujar Sofyan.
Fakta Administratif Berkata Lain
Bupati Sofyan juga mengungkapkan bahwa sejatinya terdapat 3.016 orang yang dijadwalkan dilantik. Namun karena kendala administrasi, tiga orang harus tertunda pengukuhannya sehingga jumlah PPPK yang resmi dilantik berjumlah 3.013 orang.
Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh PPPK Paruh Waktu yang telah dikukuhkan itu akan menerima hak yang setara, khususnya dalam hal penggajian.
“PPPK Paruh Waktu ini menerima gaji penuh selama 12 bulan, sama seperti mekanisme penggajian PNS,” tegasnya.
Sumpah Panca Prasetya Korpri dan Bobot Moral Pengabdian
Momen pelantikan kian terasa sakral ketika ribuan PPPK secara serentak mengucapkan Sumpah Panca Prasetya Korpri. Sofyan menegaskan bahwa sumpah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan janji luhur yang mengikat secara moral dan spiritual.
“Tolong sumpah Panca Prasetya Korpri itu dihayati. Di situ ada janji luhur dan komitmen untuk berbakti kepada negara. Ini bukan janji biasa,” katanya.
Harapan terhadap ASN Baru
Menutup arahannya, Bupati Sofyan berharap ribuan ASN yang telah resmi dilantik dapat menjadi tim yang solid, berintegritas, dan profesional, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Selamat kepada saudara-saudara yang telah lama mengabdi. Terus bersama, terus berkomitmen, dan bekerja lebih baik untuk daerah ini,” pungkas Sofyan.
Penutup Religius dan Human Interest
Rangkaian pelantikan pun ditutup dengan siraman rohani oleh Ustad Salim Al Jufri, yang memberikan penguatan spiritual bagi para abdi negara dalam memulai babak baru pengabdian mereka.
Dan yang lebih menambah dimensi human interest dalam agenda besar tersebut, ada enam pegawai merayakan ulang tahun tepat di hari kebahagiaan mereka. (Beju)



