RELATIF.ID, GORONTALO_ Ada yang unik dari tradisi Gorontalo saat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah, yaitu Festival Tutulu.
Festival tutulu merupakan wujud kecintaan masyarakat Gorontalo terhadap budaya dan tradisi. Dimana, tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi satu bagian dari identitas masyarakat Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menuturkan, festival tutulu ini bukan hanya sekedar festival saja, tapi juga merupakan ajang untuk memperkenalkan budaya Gorontalo ini kepada masyarakat luar.
“Saya berharap, melalui festival ini, budaya Gorontalo dapat dikenal dan digemari oleh masyarakat luas,” ujar Nelson Pomalingo saat memberikan sambutan di festival tutulu, Kecamatan Tibawa, Sabtu malam (06/7/2024).
Nelson mengukapkan, dimomentum tahun baru Islam ini, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Gorontalo yang lebih maju dan sejahtera, yang berlandaskan pada nilai-nilai agama.
“Mari kita tingkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun daerah kita tercinta. Dengan berlandaskan pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, saya yakin kita dapat menghadapi berbagai tantangan dan meraih kemajuan yang signifikan di berbagai bidang kehidupan,” katanya
Ia juga berharap, budaya ini bisa memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Gorontalo, sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Perbedaan suku, agama, dan latarbelakang budaya hendaknya menjadikan kita satu kesatuan yang utuh, bukan perpecahan. Jadikan keberagaman ini sebagai mozaik indah yang memperkaya khazanah budaya Gorontalo,” jelas Nelson Pomalingo.
(Beju)



