kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaBudayaRagam

Pacuan Kuda dan Karapan Sapi Lebaran Ketupat di Yosonegoro-Gorontalo Kembali Ditiadakan

35
×

Pacuan Kuda dan Karapan Sapi Lebaran Ketupat di Yosonegoro-Gorontalo Kembali Ditiadakan

Sebarkan artikel ini
Pacuan kuda dan karapan sapi 2025 (Foto: infopublik.id).

RELATIF.ID, GORONTALO – Perayaan Lebaran Ketupat 1447 Hijriah/2026 Masehi di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo kembali tanpa kemeriahan pacuan kuda dan karapan sapi. Event tahunan tersebut dipastikan tidak digelar tahun ini.

Keputusan pembatalan tersebut tertuang dalam surat resmi yang diterbitkan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Provinsi Gorontalo, hasil rapat bersama dengan Dinas Olahraga dan Pariwisata Provinsi Gorontalo pada 19 Maret 2026.

Dinosaur

Dalam surat itu dijelaskan, pembatalan dilakukan akibat sejumlah kendala teknis dan non-teknis, di antaranya lambatnya koordinasi serta minimnya kesiapan panitia, keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah, hingga tidak tersedianya dana operasional untuk pengurusan izin keramaian.

Selain itu, kondisi arena pacuan kuda juga dinilai belum layak digunakan. Sebab, sejumlah fasilitas pengamanan seperti pagar jalur pacuan, dilaporkan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan apabila kegiatan ini tetap dilaksanakan.

Sebelumnya, pada perayaan Lebaran Ketupat 1445 Hijriah (2024), event serupa juga tidak digelar karena tidak terbentuknya struktur kepanitiaan.

Kepala Desa Yosonegoro, Isa Hadapi, mengungkapkan kekecewaan para pegiat pacuan kuda dan karapan sapi atas pembatalan tersebut.

“Para pegiat kuda dan sapi banyak yang kecewa. Karena sudah jauh hari mereka berlatih, namun tiba-tiba eventnya tidak dilaksanakan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/03/2026).

Meski demikian, untuk tetap menyalurkan semangat kompetisi, para pegiat memilih mengikuti event serupa di luar daerah.

Sebagian besar pegiat diketahui telah membawa kuda dan sapi mereka ke Desa Ikhwan, Dumoga, Sulawesi Utara, guna mengikuti perlombaan serupa yang diselenggarakan di wilayah tersebut.

Isa menilai, langkah ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap tradisi pacuan kuda dan karapan sapi, meskipun harus berpartisipasi di luar daerah.

Menarik Untuk Anda :  DPC PERMAHI GORONTALO Bahas Keterbukaan Informasi Didialog Publik, Soroti Dugaan Pemalsuan Ijazah

“Keikutsertaan mereka di luar daerah itu menunjukkan besarnya minat dan kecintaan masyarakat terhadap tradisi ini,” pungkasnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312